Massempe, Adu Ketangkasan dan Ajang Silaturahmi

Wisata Sulawesi Berbagai macam permainan rakyat yang dianggap sebagai suatu tradisi untuk mensyukuri hasil panen yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, beraneka ragam pula bentuk dan caranya.

Massempe’ merupakan salah satu permainan rakyat yang cukup unik dan telah dianggap sebagai tradisi oleh masyarakat. Permainan tersebut, rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh warga dibeberapa desa di Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Massempe, Adu Ketangkasan dan Ajang Silahturahmi (Foto : Okezone)

Massempe berasal dari bahasa bugis, yaitu dari kata sempe’ yang berarti menendang atau menyepak. Sedangkan awalan kata Ma memiliki makna melakukan sesuatu. Berarti massempe’ adalah melakukan suatu pertarungan dengan cara menendang ataupun menyepak lawan.

Wisata Lainnya:   Coto Makassar, Kuliner Terlezat Sulawesi Selatan

Tradisi saling tendang atau adu ketangkasan tersebut, merupakan pertarungan bebas antara dua pria dengan mengandalkan kekuatan kaki untuk menjatuhkan lawan. Karena dalam permainan itu, peserta tidak diperbolehkan menggunakan tangan untuk menyerang, namun menangkis serangan lawan tidak masalah.

Sebelum berlaga, beberapa pemuda desa yang bertindak sebagai peserta melakukan prosesi berjalan mengelilingi lapangan sambil menepuk-nepuk paha. Prosesi ini bertujuan untuk mencari lawan yang merupakan bagian dari penonton.

Setelah mendapatkan lawan seimbang yang bersedia untuk bertarung, maka ada dua orang lainnya yang berperan sebagai wasit. Diatas tangan wasit tersebut, kedua pemain berjabat tangan. Kemudian, wasitpun segera memberikan aba-aba sebagai tanda permainan dimulai.

Dibawah teriknya matahari dan kerumunan ribuan penonton. Para pemain melakukan gerakan berlari-lari kecil sambil melompat-lompat dan menepuk kedua pahanya. Mereka mencoba mencari peluang untuk menyerang dan akhirnya mereka saling menyepak dan menangkis.

Wisata Lainnya:   Enaknya Liburan ke Pulau Bulu Poloe

Meskipun dalam permainan rakyat ini terkesan ekstrim, karena tak jarang peserta mengalami cedera bahkan patah tulang. Namun tradisi massempe tersebut justru merupakan ajang silaturahmi antar warga kampung dengan kampung tetangga. Olehnya itu dalam tradisi tersebut, tidak boleh ada dendam antar para peserta.

Untuk menyelenggarakan permainan ini, dibutuhkan lapangan terbuka dan di buatkan arena berbentuk lingkaran agar terdapat pemisah antara pemain dan penonton, sehingga permainan dapat berjalan dengan lancar.

Konon, awalnya adu ketangkasan tersebut hanya dilaksanakan dalam keluarga bangsawan atau raja. Massempe di lakukan oleh hamba sahaya sebagai bentuk hiburan bagi keluarga sang raja. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, permainan itu tetap dipertahankan oleh masyarakat umum dan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai bentuk tradisi turun temurun yang harus tetap dijaga kelestariannya.

Wisata Lainnya:   Melepas Penat Di Pulau Kayangan Makassar, Oh Indahnya…

Biasanya, sebelum  tradisi massempedigelar, diawali dulu dengan tradisi mappere’ yang juga merupakan bagian dari pesta rakyat di daerah tersebut. Kedua pesta rakyat tersebut biasanya diadakan pada akhir tahun, antara bulan Oktober hingga Desember, setiap tahunnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *