Menengok Makam Raja-Raja Banggae di Majene

Wisatasulawesi.com – Pernahkah Anda sebelumnya mendatangi deretan batu nisan atau makam untuk menikmati suasana kuburan?

Walau kesannya mistis, seram dan mengerikan, namun kuburan atau makam merupakan salah satu tempat yang biasa didatangi wisatawan. Itu lantaran kuburan lekat dengan aspek wisata sejarah dan wisata religi.

Sebagai contoh dari aspek religi, kuburan erat dengan tradisi berziarah. Banyak tokoh-tokoh penting yang makamnya diziarahi wisatawan. Misalnya, makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi. Namun itu baru satu aspek saja. Makam Raja Banggae - Wisata Sulawesi

Nah, di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ada sebuah kompleks pemakaman misteri. Yang dinamakan Pemakaman Kerajaan Raja Royal Banggae dan Hadat. Yakni, dari kaum kerajaan Banggae Majene kuno.

Wisata Lainnya:   Benteng Balangnipa, Rekam Jejak Masa Silam Sinjai

Lokasi pemakaman yang sudah berusia tua ini terletak di puncak Bukit Ondongan. Desa Pang Ali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Banyak yang mengatakan bahwa lokasi puncak bukit tersebut dipilih dengan alasan, agar nenek moyang Kerajaan Banggae Majene, dapat memantau keturunan mereka yang ada di bawah bukit, atau ketika mereka pergi berlayar di lautan luas untuk mencari nafkah.

Di dalam kompleks pemakaman tersebut terdapat 480 makam yang terbuat dari berbagai bahan seperti batu lava, batu tanah, dan kayu. Dan wujudnya masih bagus, belum runtuh maupun rapuh.

Dan hal yang paling menarik dari sini, makam dihiasi oleh simbol geometris, kaligrafi Arab, dan bahkan simbol swastika. Batu nisannya juga memiliki banyak simbol yang menyerupai simbol-simbol candi yang ada di Pulau Jawa. Simbol-simbol inilah melahirkan sejarah yang belum terkuak hingga kini.

Wisata Lainnya:   Air Terjun Kembar Batu Barae, Panorama Alam Menakjubkan

Wisatawan pun banyak mengunjungi situs ini untuk menguak misteri. Karena hingga kini belum diketahui siapa sesungguhnya pemilik kompleks pemakaman misteri ini.

Dari hasil penelitian sejarah dan arkeologi menyebutkan, jika makam ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 dan ke-17.

Kendati masih misteri, namun banyak yang menyakini jika penamaan kompleks pemakaman ini diberikan oleh raja pertama Banggae yang dikenal sebagai Poralle dan diangkat sebagai pemimpin besar. Dia juga diberi gelar Puang Banggae dan membentuk masyarakat pertama yang kemudian tumbuh menjadi Kerajaan Banggae. Oleh karena itu, diyakini bahwa mereka yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini adalah keturunan Puang Banggae. Dan kompleks Makam ini telah terdaftar sebagai Cagar Budaya.

Wisata Lainnya:   Wisata Bunaken, Pesona Bawah Laut Tak Terlupakan

Akses

Untuk mengunjungi kompleks pemakaman ini tidaklah sulit, hanya sekitar 2.5 km dari Kota Majene. Sementara dari Mamuju, ibu kota Sulawesi Barat, waktu perjalanan hanya dibutuhkan sekitar 3,5 jam kemudian berbelok ke kanan ke arah Ondongan Hill.

Nah, bagaimana apakah Anda sudah siap mendatangi deretan batu nisan atau makam untuk berwisata? (Dari berbagai sumber)

Sumber foto: www.indonesia.travel

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *