Sulsel

Mengintip Kisah Sang Putri Berubah Jadi Batu, di Goa Mampu Bone

Wisata Alam Goa Mampu Bone [Foto By: Khaerati Karimuddin]

Kisah Sang Putri Berubah Jadi Batu, di Goa Mampu Bone Goa mampu merupakan salah satu objek wisata alam yang terluas di Provinsi Sulawesi Selatan, goa ini juga menyimpan sejuta kisah yang dipercaya oleh sebagian besar masyarakat dengan sebutan alebborengnge ri Mampu (musibah/malapetaka di Mampu).

Di dalam goa yang memiliki luas sekitar 2000 meter persegi itu, para pengunjung disuguhi pemandangan stalagtit dan stalagmit yang sangat rapi, beberapa bongkahan batu yang berbentuk manusia, perahu, hewan, tumpukan padi, persawahan. Ya, memang mirip sebuah perkampungan.

Selait itu, didalam goa tersebut terdapat kuburan kuno yang menambah kesan mistis, satu kuburan terletak tak jauh dari mulut goa dan yang satunya lagi berada di puncak goa itu atau tepatnya ditingkatan tujuh.

Pengunjung menyusuri kawasan wisata Gua Mampu (Foto : antara)

Para Pengunjung menyusuri kawasan wisata Goa Mampu Bone. (Foto : antara)

Legenda tentang goa mampu, juga tercatat dalam buku Lontara Bugis. Yang menceritakan mengenai kisah sebuah perkampungan yang mendapat kutukan dan seluruhnya telah berubah menjadi batu.

Wisata Lainnya:   Menyusuri Gugusan Karts Rammang-rammang Maros

Namun meski demikian, hingga kini belum ada pelurusan sejarah tentang legenda goa mampu ini, sehingga menimbulkan banyak versi yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Salah satu versi menyebutkan, jika pada zaman dahulu tempat tersebut merupakan daerah “kerajaan mampu”. Kutukan berawal ketika putri raja sedang menenun seorang diri di teras rumah panggungnya. Namun, karena rasa ngantuk, alat tenun atau yang disebut “walida” milik sang putri terjatuh ke tanah.

Tak jauh dari tempat tersebut, ada seekor anjing. Putri raja langsung meminta tolong kepada anjing tersebut untuk mengambilkan walidanya. Tiba-tiba anjing itu berbicara layaknya seorang manusia. Sang putri langsung kaget dan seketika itu tubuhnya berubah menjadi batu dari kepala hingga ujung kakinya.

Wisata Lainnya:   Sup Konro, Kuliner Khas Sulawesi Yang Bikin Ketagihan

Setelah para dayang serta masyarakat melihat kejadian yang menimpa sang putri, mereka langsung kaget dan menunjuk seraya bertanya apa yang sedang terjadi. Namun yang lebih naasnya lagi, setiap orang yang bertanya, dirinya pun berubah menjadi bongkahan batu. Dan kini peristiwa tersebut, dikenal oleh masyarakat dengan istilah Sijello’ to Mampu (saling menunjuk).

Sejumlah masyarakat meyakini jika batu ini adalah orang melahirkan yang berubah menjadi batu (Foto : wisata.kompasiana)

Sejumlah masyarakat meyakini jika batu ini adalah orang melahirkan yang berubah menjadi batu. (Foto : kompasiana)

Legenda ini telah menyebar dan berkembang kemasyarakat luas. Dari legenda tersebut, menjadikan goa ini banyak dikunjungi para wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Namun terlepas dari legenda tragis itu, yang pasti kini Goa Mampu telah menjadi tempat wisata yang bersejarah dan menawarkan keindahan panorama dan selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Siapkan Penerangan

Nah, sebelum masuk ke dalam goa ini, para pengunjung harus mempersiapkan alat penerangan, atau jika tidak, di tempat tersebut ada obor yang disewakan khusus untuk pengunjung. Karena di dalam goa kondisinya sangat gelap, terkecuali tempat-tempat tertentu yang mendapat pancaran sinar matahari dari langit-langit goa yang berlubang.

Wisata Lainnya:   Keindahan Danau Moat, Wisata Sulawesi Utara

Selain itu, untuk menyusuri goa Mampu ini, disarankan Anda menggunakan pemandu lokal yang selalu siap sedia agar tidak tersesat di dalam.

Tarif

Tarif masuk ke lokasi wisata Goa Mampu sangat murah, hanya Rp 10 ribu bagi pengendara roda dua dan Rp 35 ribu mobil. Dan itu sudah termasuk tarif parkir kendaraan. Sementara sewa obor masuk ke goa sekitar Rp 5.000.

Lokasi

Goa mampu terletak di lereng gunung mampu dengan ketinggian sekitar 250 meter dari permukaan laut. Tepatnya, di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Akses

Untuk mengunjungi tempat wisata yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat kota kabupaten ini, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Atau sekitar empat jam perjalanan dari Kota Makassar.

1 Comment

1 Comment

  1. Wisatabromo

    25/04/2015 at 1:23 am

    Keren sekali tempatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2013 - 2017 Wisata Sulawesi.

To Top