Budaya

Warga Saling Menceburkan Dalam Ritual Cemme Passili

Wisata Sulawesi Indonesia memang terkenal dengan berbagai macam budaya yang tersebar dipelosok nusantara. Nah untuk itu, sebagai warga Negara Indonesia untuk menghormati dan melestarikan budaya leluhur memang patut kita lakukan, agar budaya itu bisa ‘hidup’ sepanjang masa, kendati di tengah serbuan jaman modernisasi.

Ritual cemme passili berlangsung (Foto : Kompas)

Salah satu ritual yang merupakan bagian dari budaya Indonesia yang masih selalu digelar oleh masyarakat Desa Ulo, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan setelah masa panen adalah ritual cemme passili.

Cemme passili berasal dari bahasa adat bugis Bone yang terdiri dari dua kata yaitu cemme dan passili. Cemme dalam bahasa Indonesia berarti mandi, sedangkan passili berarti membersihkan diri.

Wisata Lainnya:   Menengok Ragam Wisata Sulawesi di Tana Toraja

Pelaksanaan ritual ini sangat ramai. sejak pagi, ribuan warga yang berasal dari desa tetangga memadati bibir sungai Ulo untuk menyaksikan ritual cemme passili itu.

Sementara itu, sebelum cemme passili berlangsung, terlebih dahulu warga melakukan pemotongan kuda, lalu dimasak untuk disajikan bagi para tamu dan kerabat mereka yang berkunjung untuk melihat pelaksanaan ritual yang dinilai sakral tersebut.

Ritual cemme passili dimulai dengan pemanjatan doa yang dilakukan oleh sesepuh adat yang kemudian menceburkan para tokoh adat dan kepala desa kedalam sungai. Kemudian ritual dilanjutkan oleh seluruh warga yang saling menceburkan, baik laki-laki maupun perempuan serta dari berbagai usia. Bahkan dalam prosesi ritual ini, tak jarang warga Desa terlihat kejar-kejaran karena ingin saling menceburkan ke sungai.

Wisata Lainnya:   Yuk Intip Sejenak Masjid Tertua di Sulawesi Selatan

Cemme passili tersebut merupakan tradisi turun temurun yang selalu digelar setiap setahun sekali. Tradisi itu merupakan hajatan agar warga selalu dilimpahkan hasil bumi. Selain itu, cemme passili juga dianggap sebagai tolak bala agar tahun berikutnya mereka tidak dilanda kekeringan.

Konon, tradisi itu berawal ketika bencana kekeringan melanda daerah tersebut pada masa kerajaan Ulo, maka raja pada waktu itu meminta kepada seluruh rakyat untuk berdoa meminta hujan sambil bermain air di dasar sungai yang juga sudah hampir kering.

Sekian dan semoga bisa menjadi referensi tentang keanekaragaman budaya Indonesia, khususnya ritual cemme passili masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2013 - 2017 Wisata Sulawesi.

To Top