Fakta Menarik Boalemo, Punya Taman Batu yang Mempesona

Boalemo merupakan kabupaten di Provinsi Gorontalo, Indonesia yang beribu kota di Tilamuta. Kabupaten ini adalah hasil pemekaran Kabupaten Gorontalo pada 12 Oktober 1999 menurut Undang-Undang Nomor 50 Tahun 1999 yang sudah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2000 perihal Penyusunan Kabupaten Boalemo.

Mengenal Kabupaten Balemo

Jumlah penduduk kabupaten ini pada 2021 sebanyak 147.038 jiwa. Kawasan yang masuk dalam Kabupaten Boalemo pada dikala pemekaran, yaitu Mananggu, Paguyaman, Wonosari, Tilamula dan Dulupi. Berdasarkan data September 2011, Kabupaten Boalemo terdiri atas tujuh kawasan kecamatan, adalah Botumoito, Dulupi, Mananggu, Paguyaman, Paguyaman Pantai, Tilamuta, dan Wonosari, serta dua kelurahan, dan 81 desa wisatasulawesi.com.

Berikut enam fakta menarik perihal Kabupaten Boalemo yang dirangkum Liputan6.com dari bermacam sumber.

1. Festival Boalemo

Festival I Look Boalemo menjadi kancah promosi pariwisata dan menggairahkan ekonomi lokal. Aktivitas difokuskan di dua lokasi yaitu objek tamasya Bolihutuo dan di Alun Alun Kecamatan Tilamuta.

Kecuali menggelar pementasan seni dan kultur serta pameran UMKM, ‘I Look Boalemo’ menjadi forum kerjasama kepala tempat di regional Sulawesi. Kerja Festival “I Look Boalemo” di tahun ini berlangsung pada 11-13 Februari 2022 di Pantai Bolihutuo. Festival digelar dengan memakai protokol kesehatan cocok standar PPKM.

Baca Juga : Masakan Parigi Mountong di Festival Teluk Tomini

Festival “I Look Boalemo” juga dicontoh oleh sejumlah tempat tetangga dari Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Tujuannya untuk mempelopori kerja sama pemakaian Pelabuhan Tilamuta dan pemanfaatan tol laut, menjalin kerja sama berbasis komoditas favorit, dan menunjang penyusunan Wilayah Ekonomi Khusus di Teluk Tomini berbasis pedesaan.

2. Taman Batu Boalemo

Boalemo punya bermacam destinasi tamasya menarik dan diketahui dengan estetika alamnya. Salah satunya merupakan Garden Stone atau Taman Batu. Lokasi daerah tamasya ini berada di Desa Tanjung Kemauan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.

Padahal daerah ini belum lama ditemukan, Taman Batu telah familiar dan menjadi buruan para pecinta swafoto dan Instagramable. Di Desa Tanjung Kemauan ini, dari kejauhan nampak hamparan bebatuan besar yang tak beraturan pada sebidang tanah yang berbukit.

Di petang hari, pengunjung dapat mengamati sang surya terbenam yang dapat terpantau lantas dari atas bebatuan besar itu. Tiap pengunjung yang datang malah dapat mengabadikan peristiwa hal yang demikian secara cuma-cuma.

3. Pantai Ratu Boalemo

Destinasi tamasya Pantai Ratu Boalemo berlokasi di Desa Tenilo, Kecamatan Tilamuta. Kecuali estetika pantai, obyek tamasya yang satu memberikan kesan yang berbeda dengan pantai lain.

Estetika pantainya masih asri, pengunjung dapat mengamati lantas hamparan pasir putih yang luas. Kicauan burung camar sampai burung flamingo memandu para wisatawan di kala pagi hari.

Tak cuma itu, pengunjung yang mau bermalam di daerah ini, tersedia juga cottage (penginapan) yang tarifnya benar-benar relatif murah. Petang hari juga tidak keok menarik, pengunjung juga dapat menyaksikan lantas sunset yang menawan.

4. Pulau Monduli

Di Kabupaten Boalemo ada satu pulau dengan estetika bawah laut yang memaukau. Namanya Pulau Monduli, letaknya tidak jauh dari tamasya Cabana Dive Resort.Pelancong cuma perlu 20 menit mengaplikasikan speedboat dari pesisir Pantai Bolihutuo.

Selama perjalanan menuju lokasi, pelancong disuguhkan dengan panorama alam sekitar pantai. Belum lagi dari atas speedboat, pelancong dapat mengamati estetika birunya air laut dikala terkena cahaya sang surya di waktu pagi.

Ombak yang tak terlalu besar membikin para wisatawan tak perlu kuatir selama perjalanan. Kecuali dipandu pemandu yang profesional, perlengkapan safety yang cocok prosedur keselamatan standar juga disiapkan.

Sesudah hingga di lokasi diving, keadaan terumbu karang yang masih asri memberikan pengalaman baru dikala menyelam di perairan Teluk Tomini. Terumbu karang yang masih natural itu menjadi habitat ikan-ikan kecil dengan bermacam warna dan jenisnya, mulai dari anthias fish, sergion fish, dan ragam ikan karang lainnya yang membikin wisatawan kian betah dikala diving.

5. Tambatan Hati Pelangi

Obyek tamasya ini tak jauh dari sentra Pemerintahan Kabupaten Bolalemo dan dapat dicapai cuma dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Waktu perjalanannya cukup singkat, cuma sekitar 20 menit telah dapat hingga lokasi.

Tambatan Hati Pelangi banyak menawarkan estetika, mulai dari estetika pantai yang memikat sampai rimbunan hijau hutan mangrove di tepi pantai membikin suasana sekitarnya terasa lebih adem. Kecuali itu, kita juga dapat merasakan fasilitas jembatan kayu berwarna-warni yang menjulur ke arah laut serta pondok-pondok kecil.

Daerah ini layak dipakai untuk menelusuri hutan bakau yang menjadi habitat satwa liar endemik Sulawesi. Kalau mujur, kita bisa mengamati binatang-binatang yang menghuni hutan mangrove hal yang demikian, seperti biawak, bunglon, ular dan bermacam ragam burung, yang kadang-kadang menampakan diri.

Sebelum menjadi obyek tamasya, daerah ini adalah tambatan perahu nelayan. Tetapi sebab menawan, hutan mangrove itu menjadi viral di media sosial dan akibatnya berubah menjadi daerah tamasya unggulan warga. Supaya lebih semarak, tampilannya diubah menjadi penuh warna seperti pelangi. Pengunjung akrab menyebut lokasi itu dengan nama Tambatan Hati Pelangi.


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279