Daftar Pasar Tradisional Yang Ada Di Bau-Bau

Sebagai wilayah yang baru mekar, Kabupaten Buton tengah (Buteng) belum mempunyai pasar kekinian, jadi semua masyarakatnya berbisnis di beberapa pasar tradisionil. Jika ingin belanja di supermarket atau pasar kekinian, umumnya masyarakat Buteng akan ke kota Baubau. Tetapi tidak boleh salah, walaupun kelas pasar tradisionilnya masih juga dalam rasio kecamatan tetapi barang yang dipasarkan di pasar ini lumayan komplet, kok.Berikut ini wisatasulawesi.com telah merangkum serangkaian informasi tentang pasar tradisional yang ada di Bau Bau.Mari kita simak info selengkapnya.

Ngomong-ngomong mengenai pasar tradisionil, ini kali saya ingin tuliskan beberapa pasar tradisionil sebagai tempat berbisnis masyarakat Kota Baubau nih. Ingin tahu? Berikut 3 pasar tradisionil yang berada di kota Baubau:

1. Pasar Wameo

Pasar Wameo ialah pasar tradisionil paling besar di kota Baubau yang selalu ramai didatangi masyarakat tiap hari dimulai dari pagi sampai mendekati sore. Bermacam pedagang bergabung jadi satu di pasar ini, dimulai dari pedagang ikan, sayur mayur, buah-buahan, pedagang baju, pedagang sepatu, pedagang alat rumah tangga, pedagang kosmetik, pedagang kue, pedagang sembako, pedagang gerabah sampai pedagang barang sisa.

Baca Juga : Lagu Daerah Buton Sulawesi Tenggara Beserta Lirik dan Maknanya

Pasar Wameo populer sebagai tempat pemasaran RB alias rombengan (barang sisa) dimulai dari baju, sandal/sepatu, baju dalam, kaos kaki, boneka, tas, tirai, seprai/selimut sampai spring bed. Ya, ada bermacam penjual barang sisa di pasar Wameo ini hingga dia populer sebagai pasar RB. Coba tiba ke Baubau dan tanya di mana tempat penjual RB, saya percaya semuanya orang akan menjawab Pasar Wameo.

Disamping itu, harga beberapa barang yang dipasarkan di sini condong tambah murah dibandingkan 2 pasar yang lain yang berada di kota Baubau. Pasar Wameo jadi tempat unggulan saya belanja keperluan makanan. Saya ke pasar ini sekali dalam satu minggu untuk beli stock ikan, sayur, buah dan bumbu dapur. Selainnya harga yang lebih murah, ikan, buah dan sayur yang dipasarkan di sini semua masih segar-segar.

2. Pasar Kreasi Nugraha

Pasar Kreasi Nugraha ialah pasar tradisionil ke-2 yang berada di Baubau. Lokasinya lumayan strategis karena ada di pusat perkotaan. Pasar ini terdiri dari 2 lantai. Sama dengan Pasar Wameo, ada bermacam pedagang jualan di pasar ini, tetapi yang paling memimpin ialah pedagang sembako. Pasar ini jadi tempat unggulan kami beli beras.

Pasar Kreasi Nugraha tidak begitu luas sehingga kita tidak perlu waktu yang lama untuk melingkari semua tempat pasar. Kelebihan pasar ini dibandingkan 2 pasar yang lain ialah pasarnya membuka sampai jam 22.00 jadi jika ingin masak malam hari tetapi kekurangan bahan masakan, langsung bisa kesini untuk membeli.

3. Pasar Laelangi

Pasar tradisionil paling akhir ialah Pasar Laelangi. Pasar ini ialah pasar teramai di kota Baubau karena lokasinya ada di pusat usaha kota Baubau. Tidak seperti Pasar Wameo dan Kreasi Nugraha, di pasar laelangi ini kita tidak akan mendapati pedagang ikan atau sayur, karena sebagian besar pedagang di sini yaitu pedagang baju, pedagang sandal/sepatu pedagang kosmetik.

Tetapi walaupun demikian, di samping Pasar Laelangi bersebaran bermacam pedagang seperti pedagang sembako, pedagang buah, pedagang ikan, pedagang kue, pedagang alat rumah tangga, pedagang ayam daerah (yang hidup), pedagang buku sampai pedagang sayur.

Saya terhitung yang jarang-jarang bertandang di pasar ini karena untuk baju saya umumnya sukai belanja online atau beli dagangan rekan. Begitu juga saat belanja kosmetik, saya lebih sukai belanja di supermarket yang telah terjaga orisinalitas produknya.

Tersebut 3 pasar tradisionil yang berada di Kota Baubau sebagai tempat berbisnis penjual dan konsumen. Fyi, walaupun di sini telah ada banyak supermarket tetapi ada banyak masyarakat yang kerasan belanja di pasar tradisionil, argumennya berbagai macam, satu diantaranya ialah harga barang yang dipasarkan di pasar tradisionil umumnya tambah murah.

Lantas bagaimanakah dengan saya? Lebih sukai belanja di pasar tradisionil atau supermarket? Saya sich sukai berbelanja di ke-2 tempat itu bergantung barang apa yang ingin saya membeli. Kalau berbelanja sayur, ikan, buah dan beras, sukanya di pasar tradisionil tetapi kalau berbelanja kosmetik, sabun mandi, dan teman-temannya umumnya saya berbelanja di supermarket.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279