Pesona Danau Udang Merah di Button

Kabupaten Buton di Sulawesi Tenggara terdapat danau yang di keramatkan oleh warga setempat, yaitu Danau Udang Merah. Konon yang membawa udang merah di danau ini pulang maupun membunuhnya, dia akan memperoleh celaka. Danau hal yang demikian dikeramatkan karena dia dipercayai sebagai prajurit sultan buton yang memperoleh kutukan yang disebabkan kekeliruan mereka. Tapi, ada pula yang mengatakan apabila udang merah di danau hal yang demikian ialah titah sultan Buton yang kelaparan saat melarikan diri dengan para prajuritnya wisatasulawesi.com.

Baca Juga : Pesona Tangga 2000 di Gorontalo

Menarik sekali bukan ceritanya, tetapi kurang rasanya apabila Anda cuma membaca ceritanya saja. Karena itu Anda seharusnya bertamasya ke daerah ini untuk mencari kabar lebih dalam. Tapi, sebelum itu lebih bagus Anda mengenal perihal fasilitas, rute, lokasi, energi tarik serta kesibukan yang ada di Danau Udang Merah ini.

Pesona yang Dimiliki Danau Udang Merah

1. Cerita Mistis yang Beredar
Danau ini memang tenar sekali cerita mistisnya, yang mana dengan cerita hal yang demikian dia menjadi sebuah daerah yang keramat. Kecuali itu, udang yang berada di daerah ini belum dikenal terang asal usulannya. Umpamanya dari segi penelitian, mungkin hal tersebutlah yang memperkuat kepercayaan masyarakat mengenai cerita mistis danau ini.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, udang merah di Danau ini yaitu tentara sultan yang terkena kutukan. Kutukan hal yang demikian imbas suatu kekeliruan fatal tidak tertoleransi yang dihasilkan oleh tentara atau prajurit hal yang demikian. Adapun versi yang lainnya, berdasarkan cerita yang beredar, udang hal yang demikian ialah titah seorang raja di Buton yang mana dia sedang merasa kelaparan saat dia melarikan diri bersama para prajurit atau bala tentaranya hal yang demikian.

Sehingga masyarakat malahan tak berharap mengambil udang di daerah ini, apalagi hingga membawanya pulang. Karena mereka percaya, apabila mereka mengerjakan hal itu mereka akan menerima celaka. Daerah ini juga melarang pengunjung berenang ataupun cuma sekadar merendamkan badan Anda di tengah-tengah danau. Karena dia masih menjadi objek penelitian para ilmuwan.

2. Udang Merah
Energi tarik lainnya berasal dari udangnya sendiri yakni udang merah. Di daerah ini dia berkembang biak dengan cepat, karena ekosistemnya masih terjaga. Ekosistem hal yang demikian terjaga sebab kepercayaan akan keramatnya daerah ini. Sehingga udang-udang di daerah ini jumlahnya betul-betul banyak, malah menempuh ratusan. Udang merah ini juga menonjol walaupun kita tak memasukinya karena airnya yang bening. Meski kadang kala udang-udang hal yang demikian sembunyi dibawah akar pohon Bakau, tetapi hening saja jumlahnya betul-betul banyak kok pasti akan menonjol.

Meski dia tak boleh dibawa pulang maupun diambil, pengunjung masih boleh mengaturnya. Sehingga Anda tak sia-sia datang ke daerah ini. Mungkin Anda juga berkeinginan mengobservasi udang ini dengan ekosistemnya. Amat menarik sekali bukan? Tetapi ingat sehabis Anda membatasi udang hal yang demikian Anda seharusnya kencang-kencang mengembalikannya ke dalam Danau.

3. Pohon di Sekitar Danau dan Asal Air Danau
Di sekitar danau udang Merah ini juga terdapat banyak sekali pohon bakau. Pohon hal yang demikian mempunyai akar yang kuat yang masuk ke dalam danau. Tentunya membikin pemandangan di daerah ini kian rindang dan menonjol keasriannya. Bukan cuma pohon bakau saja daerah ini juga terdapat aneka tanaman atau pohon-pohon khas hutan lainnya. Diantaranya ialah semak belukar, yang mana akan terasa sekali suasana tengah hutannya. Pantas sekali untuk Anda si pecinta petualang. Danau ini juga masih terhubung dengan pantai Koguna. Tapi ini rupanya apabila danau ini volumenya akan surut jika air laut juga sedang surut yang membikin akar pohon bakau menonjol terang di atas permukaan danau. Tapi, apabila air laut sedang pasang karenanya air di danau hal yang demikian volumenya juga naik. Kecuali itu, danau ini yaitu danau yang macam airnya ialah payau. Danau hal yang demikian juga relatif luas untuk ukuran danau, yaitu mempunyai sekitar 70 x 25 meter.

Karcis, Rute Lokasi & Harga Masuk Danau Merah

Danau Udang Merah berlokasi di sebuah desa di kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa hal yang demikian mempunyai nama Mopano, yang mana dia menjadi komponen dari kecamatan Lasalimu Selatan. Untuk menuju daerah ini Anda seharusnya mempunyai kendaraan yang memadai. Karena treknya susah diakses yakni berupa tanjakan tajam perbukitan yang berliku-liku. Untuk rutenya sendiri bermula dari sentra kabupaten Buton tepatnya di pasar wajo. Kemudian Anda seharusnya pergi ke pantai Koguna. Jarak yang Anda tempuh cukup lama yaitu 55 km perjalanan dengan durai waktu sekitar 1 jam, malah kadang kala hingga dengan waktu satu jam tiga puluh menit.

Anda juga masih seharusnya berjalan kaki untuk hingga ke Danau Udang Merah. Waktu yang Anda tempuh yaitu sekitar 10 menit ke arah hutan bakau. Karena itu jangan lupa siapkan perbekalan Anda. Karcis makanan, minuman, ataupun obat-obatan. Untuk masuk ke wilayah danau, pengunjung tak di tarik Harga Sebab Masuk alias free. Tapi, dikarenakan daerah ini masih terhubung dengan pantai Koguna, karenanya pengunjung cuma perlu membayar ke pantai ini saja kok. Harga karcis masuk pantai koguna cukup murah dan relatif murah.

Harga karcis masuk Pantai Koguna yakni Rp 2.000 saja loh. Kecuali itu Anda juga di kenakan biaya parkir untuk roda dua Rp 3.000 dan roda empat Rp 5.000 per kendaraan. sekali bukan? Dengan seperti itu Anda telah dapat merasakan uniknya Danau Udang Merah.


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279