Wisata Mata Air Tilanga di Toraja

Kabupaten Tana Toraja senantiasa menjadi salah satu daerah tamasya cita-cita, bagus di kalangan pelancong lokal ataupun mancanegara. Pasalnya kawasan ini mempunyai cukup banyak tamasya alam yang semacam itu cantik dan memikat, yang tak dapat ditemukan di tempat wisatasulawesi.com lain. Salah satu yang benar-benar unik dan menjadi unggulan para wisatawan, yakni tamasya Mata Air Tilanga yang berada di wilayah Desa Tilangga.

Mitos Mata Air Tilanga

Salah satu yang membikin Mata Air Tilangan unik yakni sebab mitos yang tersimpan di dalamnya, pun mitos ini juga menjadi salah satu daya tarik utama dari destinasi tamasya satu ini. Berdasarkan penuturan dari warga setempat, di celah bebatuan kolam terdapat moa atau belut berkuping yang hidup di sana. Orang Toraja sendiri kerap kali menyebut belut ini dengan nama masapi.

Baca Juga : Pesona Keindahan Air Terjun Samparona

Uniknya lagi, konon di Tilanga terdapat juga masapi dengan warna putih. Padahal lazimnya masapi berwarna hitam. Usut punya usut, masapi hal yang demikian dihubungkan dengan pesan kemujuran. Jadi bagi orang yang dapat mengamati masapi, konon permintaan serta harapannya akan terkabul. Terpenting apabila Anda dapat mengamati masapi dengan warna belang belang putih dan hitam.

Masapi yang berwarna belang belang putih dan hitam ini disebut sebagai masapi bonga, dan diandalkan mempunyai kemujuran yang lebih apabila diperbandingkan dengan masapi yang lain. Sayangnya mengamati masapi ini tak dapat dijalankan dengan gampang, sebab cuma beberapa orang yang bisa memandangnya. Supaya masapi ingin timbul ke permukaan, karenanya mesti dipancing terutama dulu dengan menerapkan telor bebek rebus.

Dan yang memancing juga tak boleh sembarang orang, tetapi mesti buah hati buah hati. Sebab berdasarkan legenda, ada buah hati kecil yang sukses memanggil masapi keluar dengan menjentik jentikkan jari ke dalam kolam dengan berbekal telor bebek rebus. Pengunjung yang penasaran bahkan dibolehkan mencoba memancing masapi dengan telor bebek rebus, tetapi kebanyakan orang gagal untuk membikin masapi keluar dari persembunyiannya.

Kecuali itu berdasarkan kepercayaan masyarakat sekitar, masapi ini pantang aturannya untuk dipancing. Beritanya pernah ada seseorang yang sukses memancing masapi, sebagian kemudian terdengar isu bahwa si pemancing hal yang demikian sudah meninggal dunia tanpa karena yang terang. Masyarakat setempat juga percaya bahwa di Mata Air Tilanga hidup raja masapi, dimana raja hal yang demikian sering timbul pada tengah malam.

Raja dari masapi hal yang demikian timbul untuk membersihkan Mata Air Tilanga dari dedaunan yang bertumbangan di atas air dan sekeliling kolam. Kepercayaan ini terwujud sebab pada pagi hari kolam Tilanga senantiasa tampak bersih sedangkan tak ada yang membersihkan. Walaupun di hari sebelumnya ditemukan cukup banyak daun pohon yang gugur dan berserakan di sekitar kolam.

Kegiatan Menarik di Mata Air Tilanga

Di luar mitosnya yang benar-benar melegenda di kalangan masyarakat, pemandian Tilanga memang mempunyai air bening yang semacam itu sega. Kesegaran airnya ini tak akan cakap untuk Anda tolak. Dengan adanya pohon-pohon yang rimbun di sekitar kolam, serta bunyi pergesekan daun bambu yang tertiup angin dapat membikin Anda betah untuk berlama lama duduk di pinggiran kolam.

Coba saja celupkan kaki dikala sedang duduk di tepi kolam, dan rasakan sensasi menyejukkan yang pelan menjalar dari ujung kaki ke tubuh komponen atas. Sungguh benar-benar menyegarkan, dan dapat membikin menjadi lebih fresh. Di sini Anda juga dapat mandi di kolam sepuasnya, dan tak perlu cemas dengan masapi yang ada di sana. Sebab masapi di Tilanga cukup berteman dan tak akan mengganggu manusia.

Tetapi sebagian hal yang perlu Anda amati apabila berkeinginan mandi di Mata Air Tilanga, yakni Anda dilarang menerapkan produk seperti sabun, shampo, atau produk lainnya yang mengandung deterjen.  ini dijalankan demi menjaga kelestarian hidup dari masapi serta makhluk hidup lainnya yang tinggal di Tilanga. Anda juga sebaiknya berhati hati sebab terdapat komponen kolam yang benar-benar dalam, pun susah untuk diraba komponen dasarnya.


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279