Keindahan Air Terjun Cinta di Gowa

Air Terjun Cinta di Gowa mempunyai pesona alam yang masih natural dan belum terjamah oleh manusia. Kolam airnya sungguh-sungguh bening dan berwarna biru, dengan suasana liburan yang sunyi serta hening.

Menjelajahi liburan di Sulawesi Selatan memang tak cukup cuma satu atau dua hari. Anda perlu waktu yang longgar untuk mengeksplor bermacam-macam estetika alam disini. Tak lupa untuk mengunjungi Gowa yang menaruh air terjun tercantik di Indonesia. Para pelancong mengenalnya dengan nama Air Terjun Cinta. Di dalamnya tersembunyi sejuta pesona yang membikin pengunjung betah disini. Lalu apa saja sisi istimewanya? Simak review berikut ini.

Pesona Air Terjun Cinta

Hakekatnya air terjun ini mempunyai nama absah Massimarangan, inilah nama yang dikenal oleh warga setempat. Konon katanya daerah liburan ini adaalah daerah yang sakral dan sarat akan mitos lokal. Karena dulunya air terjun diwujudkan daerah untuk pencucian dosa masyarakat, yang telah mengerjakan kekeliruan. Sesekali ada adat persembahan yang dilaksanakan oleh sebagian orang, yang masih mempercayai gaib di sekitar wilayah liburan.

Sebab turunan cerita masa lalu yang bertiup di kalangan pelancong, walhasil banyak yang tidak mau berkunjung kesini. Walaupun estetika alam yang dimiliki sungguh-sungguh menajubkan, sayang dilewatkan semacam itu saja. Namun ada pengaruh positifnya juga sebab zona liburan masih terasa natural. Artinya belum ada jamahan tangan manusia yang berpotensi merusak keberadaan alam. Dapat dibilang suasana sekitar air terjun cukup hening untuk menghabiskan waktu libur.

Nama Air Terjun Cinta sendiri diambil dari sebutan populer di sosial media. Mungkin terinspirasi dari kolam di bawah air terjun, yang menyerupai format hati. Sehingga para masyarakat internet mengkaitkannya dengan simbol ‘love’ agar lebih gampang dikenali. Hasilnya sampai kini nama Air Terjun Cinta trennya kian meningkat. Berkat julukan yang unik ini para pelancong mulai berdatangan, sebab penasaran seperti apa format kolam ‘cinta’ sebetulnya.

Air Terjun Massimarangan tak mempunyai tinggi yang terlalu ekstrem, tak seperti air terjun di tempat lainnya. Itu hingga di lokasi liburan pengunjung akan disuguhi pohon-pohon rimbun. Saking lebatnya pohon seolah menyembunyikan keelokan air terjun yang sebetulnya. Bunyi percikan air seketika menyapa kuping membikin perasaan menjadi lebih rileks wisatasulawesi.com.

Tak ada kata kecuali cantik saat pertama kali memperhatikan panorama liburan alam ini. Airnya benar-benar masih bening dan kelihatan natural, membikin tubuh tak tabah untuk lantas berenang dibawahnya. Kolam  yang berada di bawah air terjun mempunyai warna biru kehijauan dan sungguh-sungguh jernih. Saking beningnya hingga cahaya sang surya cakap menembus sampai ke dasar kolam. Tingkatan kedalamannya tak teralalu dalam sehingga pengunjung bebas berenang di kolam.

Baca Juga : Danau Paisupok Jadi Danau Indah Sebening Kaca

Padahal air terjun tak semacam itu tinggi tapi mempunyai debit air yang cukup deras. Di samping kanan dan kiri terdapat bebatuan, yang dapat dipanjat oleh pelancong. Lazimnya bongkahan batu ini diwujudkan wahana bermain bagi para pengunjung. Dengan naik ke atas lalu melompat, dan menceburkan diri ke dalam kolam. Namun perlu berhati-hati ketika berkunjung di musim hujan, sebab zona batuan menjadi lebih licin dan berbahaya.

Jikalau tak berharap berenang di bawah air terjun, Anda dapat duduk di tepian kolam. Beralaskan batu sambil menceburkan kaki di kolam, lalu menghirup dalam-dalam udara khas alam. Sembari memutari pandangan ke semua penjuru air terjun, dan membikin pikiran penat menjadi lebih terurai. Pantas bagi pelancong yang berharap berwisata di daerah sunyi dan tenteram, apalagi daerah liburan ini belum ramai pengunjung.

Rute Menuju Lokasi Air Terjun Cinta

Perjalanan menuju daerah liburan ini cukup melelahkan, dan memerlukan waktu yang lama. Rutenya diawali dari Kecamatan Manuju kemudian via jalan Poros Malino dan Bendungan Bili-Bili. Perjalanan dilanjutkan dengan lewat tengah hutan yang rimbun melainkan jalan masuk jalannya cukup baik. Sesudah mencapai 2 jam perjalanan tiba di Desa Tamalatea, barulah pengunjung dapat menempuh lokasi dengan berjalan kaki.

Untuk menempuh lokasi air terjun jalannya lumayan jauh, dan sedikit curam dengan kemiringan 45 derajat. Sehingga memerlukan usaha ekstra supaya lantas hingga di liburan tujuan. Sepanjang berjalan kaki pelancong akan via desa yang benar-benar terasa hawa pedesaannya. Jauh dari polusi kota jadi udaranya terasa teduh, kecuali itu penduduk sekitar juga sungguh-sungguh ramah. Sesekali ketika stop di pelataran rumah warga, Anda akan disuguhi minuman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279