Senjata Tradisional Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah

Senjata ialah salah satu produk kebudayaan tempat. Artinya senjata tradisional yang ada senantiasa tumbuh dan berkembang berbarengan masyarakat tempat hal yang demikian. Tiap kawasan di Indonesia mempunyai senjata tradisionalnya masing-masing, termasuk Sulawesi Utara. Provinsi ini mempunyai tombak dan peda sebagai teladan senjata tradisionalnya wisatasulawesi.com. Sebagai senjata, tombak dan peda dulunya acap kali diaplikasikan untuk perlindungan diri.

Senjata Tradisional Sulawesi Utara

Peda ialah salah satu senjata tradisional khas Sulawesi Utara berbentuk parang. Kecuali diaplikasikan sebagai senjata, peda juga dimanfaatkan masyarakat untuk bertani serta menyadap enau. Ukuran peda tak terlalu panjang, yaitu sekitar 50 sentimeter. Komponen senjata peda terbuat dari besi. Meskipun untuk hulu atau pegangannya terbuat dari kayu keras. Keunikan utama dari peda berlokasi pada ujung senjatanya yang bercabang dua. Apa Saja Senjata Tradisional Kalimantan Utara Kecuali peda, Sulawesi Utara juga mempunyai sabel yang juga termasuk dalam senjata parang. Perbedaan utama peda dengan sabel berlokasi pada ukurannya.

Baca Juga : 10 Tempat Wisata di Baubau Terbaru & Paling Hits Dikunjungi

Ukuran dan Bentuk Senjata Tradisional Sulawesi Utara

Lazimnya sabel berukuran panjang 1 sampai 1,5 meter dan komponen hulunya bercabang dua. Dalam memakai peda atau sabel, masyarakat Sulawesi Utara akan mempertimbangkan terpenting dulu tujuan atau hal apa yang akan dijalankan. Sebab kalau beda ukurannya, karenanya tujuan atau pemanfaatannya juga berbeda. Tombak Berdasarkan Syamsidar dalam Arsitektur Tradisional Tempat Sulawesi Utara (1991), tombak termasuk dalam senjata tradisional tajam, sebab komponen ujungnya runcing yang diaplikasikan untuk menusuk musuh atau sasaran. Tombak khas Sulawesi Utara lazimnya bermata dua dan memiliki tangkai atau gagang yang panjang. Komponen senjatanya terbuat dari campuran besi dan logam. Meskipun untuk komponen tangkai terbuat dari kayu.

Pada lazimnya, tombak berukuran panjang 1 sampai 1,5 meter. Dalam pemakaiannya, tombak disesuaikan dengan sasarannya. Untuk jarak dekat, tombak diaplikasikan dengan sistem menusuk sasaran. Meskipun untuk jarak jauh, tombak diberi nasehat ke sasaran dengan dilempar.

Senjata Tradisional Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah ialah provinsi Indonesia dengan ibukota Palu dan mempunyai banyak kebudayaan. Berdasarkan Direktorat Sejarah dan Seni Tradisional dalam buku berjudul Seni Kultur Masyarakat di Sulawesi Tengah (1992) menceritakan Provinsi Sulawesi Tenggara dihuni oleh 13 suku bangsa dan lebih dari 100 subetnik dengan variasi bahasa dan adat istiadat. Salah satu adat istiadat yang lahir yaitu senjata tradisional merupakan pasatimpo, guma, dan surampa.

Ukuran dan Bentuk Senjata Tradisional Sulawesi Tengah

Pasatimpo Pasatimpo yaitu senjata tradisional tempat Sulawesi Tengah yang mirip seperti parang. Pasatimpo mempunyai bilah bermata satu yang bengkok menyusun sudut siku-siku dengan gagangnya. Bilah pasatipo mempunyai ukuran sepanjang 30 sampai 40 sentimeter dengan bilah yang menggembung di komponen tengah dan runcing pada komponen ujungnya. Pasatimpo dilengkapi dengan sarung yang terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan tali.

Gagang pasatimpo juga terbuat dari kayu keras dan dilengkapi cincin besi yang mengaitkan gagang dengan bilah pasatimpo. Pasatimpo yaitu senjata bertuah (berisi roh) sehingga memiliki kesaktian dan dapat diaplikasikan untuk mengusir roh jahat dan menangkal bala. Guma Guma yaitu senjata tradisional Sulawesi Tengah yang berbentuk pedang.

Bilah guma tak ditempa dari besi, namun dari batu yang oleh jago besi khusus yang juga sakti. Sehingga Guma ialah pedang bertuah yang dianggap sakti dan mempunyai tenaga magis yang besar. Guma akan loyal pada tuannya dan memberikan tenaga ketika tuannya berada dalam bahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279