Binatang Endemik Sulawesi yang Sekarang Terancam Punah

Celebes atau yang umum diketahui dengan Sulawesi yakni salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia. Diktupi dari wisatasulawesi.com, Sulawesi berbatasan segera dengan pulau Kalimantan di sebelah barat, Filipina di sebelah utara, pulau Maluku di sebalah timur, dan Flores di sebelah selatan. Beberapa besar kawasan Sulawesi ini terdiri dari hutan hujan pegunungan.

Baca Juga : 20 Tempat Wisata di Palopo Terbaru & Lagi Hits Dikunjungi

Tidak cuma itu, Sulawesi juga menjadi rumah bagi banyak binatang menawan dan endemik autentik tempat hal yang demikian. Sayangnya, banyak binatang di Sulawesi yang terancam punah. Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2014, selama jangka waktu tahun 20000-2012 Sulawesi sudah kehilangan sebanyak 396 kilohektar hutan primernya.

Maraknya perburuan, perdagangan binatang secara ilegal, dan penggundulan hutan menjadi penyebab utama penurunan populasi binatang unik yang ada di kawasan Sulawesi.

Berikut sebagian binatang endemik yang ada di Sulawesi, dikutip dari a-z-animals.com:

1. Anoa

Anoa memiliki morfologi tubuh menyerupai kerbau dengan rambut berwarna kecoklatan dan tanduk yang meruncing. Namun, ukuran tubuh anoa jauh lebih kecil yaitu hanya sekitar 69-106 cm atau setinggi paha orang dewasa sehingga anoa dijuluki sebagai ‘kerbau kerdil’ atau ‘kerbau cebol’ (dwarf buffalo). Secara taksonomi, anoa juga memiliki kekerabatan yang dekat dengan kerbau dan termasuk kedalam marga atau genus yang sama, yaitu Bubalus.

Hingga saat ini, anoa diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu anoa dataran rendah (Bubalus depressiocornis) dan anoa pegunungan (Bubalus quarlesi). Sesuai namanya, anoa pegunungan memiliki habitat di hutan pegunungan dengan iklim yang relatif lebih dingin. Sebagai teknik untuk beradaptasi, anoa pegunungan memiliki rambut yang lebih tebal seperti wol dibandingkan anoa dataran rendah. Selain itu, anoa pegunungan juga memiliki kaki dan postur tubuh yang lebih kecil untuk memudahkannya bergerak lincah melewati medan yang terjal.

2. Babirusa

Babirusa juga yakni binatang yang cuma bisa ditemui di Sulawesi. Binatang dengan nama latin babyrousa celebensis ini berbeda dengan babi pada biasanya, babirusa mempunyai taring yang betul-betul panjang menembus mulutnya kemudian melengkung ke atas hampir meraba matanya. Binatang ini tergolong dalam binatang pemalu, akan tapi kalau meresa terganggu mereka akan menjadi betul-betul ganas.

Berdasarkan Perkumpulan Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Energi Alam, babirusa tergolong binatang yang hampir punah.

3. Beruang Kuskus

Beruang kuskus merupakan binatang berkantung dengan tinggi tubuh 56 centimeter dengan panjang ekor 54 centimeter, dan berat sempurna menempuh delapan kilogram. Binatang dengan nama latin macaca nigra ini tergolong ke dalam binatang nokturnal atau aktif di malam hari. Beruang kuskus juga tergolong dalam binatang yang terancam punah.

4. Simpanse Hitam

Simpanse hitam ini umum disebut dengan wolai atau yaki oleh penduduk setempat. Habitat dari binatang ini merupakan di Sulawesi utara dan sebagian pulau kecil di sekitarnya. Dikutip dari wisatasulawesi.com, berat simpanse hitam ini adai dikisaran 3,6 – 10,4 kilogram.

Umumnya mereka hidup berkelompok yang terdiri dari 5-25 binatang.

Binatang ini juga masuk dalam daftar binatang yang terancam punah.

5. Tarsius

Tarsius adalh primata terkecil di dunia dan sudah menjadi ikon dari Provinsi Sulawesi Utara. Ukuran primata ini cuma antara 10-15 centimeter dengan berat sekitar 80 gram. Melainkan, tarsius mempunyai mata yang besar dengan diamter 16 milimeter. Binatang dengan nama latin tarsius spectrum ini mempunyai kaki yang panjang dan bulu lembut yang berwaran coklat muda.

Tarsius juga termasuk dalam binatang nokturnal atau aktif di malam hari. Uniknya, binatang ini yakni binatang yang loyal pad pasangannya. Primata ini juga tergolong dalam binatang yang terancam punah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279