Lompat ke konten
Home » Keindahan Taman Nasional Lore Lindu

Keindahan Taman Nasional Lore Lindu

  • oleh

Taman Nasional Lore Lindu – Obyek wisata penangkaran maleo, satwa endemik di Pulau Sulawesi, itu terletak di Desa Saluki, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, dan Danau Tambing di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso. Ia mengatakan dua obyek wisata tersebut dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini mendapat perhatian prioritas dari pihak pengelola TNLL untuk menarik banyak wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.Kalau dibandingkan dengan taman nasional lain di Indonesia, ukurannya sedang saja. Taman nasional ini secara resmi meliputi kawasan 217.991,18 hektar.Berikut adalah informasi selengkapnya dari wisatasulawesi .

Daya Tarik

Berbagai sarana dan prasarana di dua lokasi obyek wisata yang kini mulai banyak dikunjungi wisman tersebut terus dibenahi secara memadai. Pembenahan dilakukan dari perbaikan jalan masuk ke lokasi sampai sarana dan fasilitas pendukung yang dibutuhkan di lokasi obyek wisata. Terutama listrik, air bersih, MCK, serta pondok-pondok Taman Nasional Lore Lindu untuk tempat menginap para wisman. Biasanya wisman lebih suka menginap di lokasi obyek wisata daripada mencari penginapan di luar.

Taman Nasional Lore Lindu memiliki fauna dan flora endemik Sulawesi serta panorama alam yang menarik karena terletak di garis Wallace menurut google yang merupakan wilayah peralihan antara zona Asia dan Australia.Taman nasional ini juga merupakan habitat mamalia asli terbesar di Sulawesi. Anoa, babirusa, rusa, binatang hantu (tangkasi), kera tonkea, kuskus marsupial dan binatang pemakan daging terbesar di Sulawesi, musang Sulawesi hidup di taman ini. Taman Nasional Lore Lindu juga memiliki paling sedikit 5 jenis bajing dan 31 dari 38 jenis tikusnya, termasuk jenis endemik.

Dalam setahun terakhir ini, kata dia, Warga yang berkunjung ke obyek wisata penangkaran maleo dan Danau Tambing meningkat drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setahun terakhir ini, jumlah kunjungan wisman meningkat mencapai 300 orang dibandingkan sebelumnya dengan paling banyak 80-an orang. Rata-rata wisman yang mengunjungi dua obyek wisata di kawasan TNLL itu adalah para mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara.

Juga ada beberapa patung-patung megalit yang banyak serta usianya sudah mencapai ratusan sampai ribuan tahun di kawasan ini . Dan sampai penelitian tahun 2013 ada sekitar 1.4666 temuan megalitik dari 83 yang sudah terungka[.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279