Pakaian Adat Khas Pulau Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan memiliki bermacam suku di dalamnya, dimana suku-suku tersebutlah yang memberikan banyak akibat kebudayaan yang ada di Sulawesi Selatan. Salah satu kebiasaan itu yaitu baju adat Sulawesi Selatan yang memiliki bermacam tipe dan juga sejarahnya masing-masing.

Baju adat Sulawesi Selatan hal yang demikian juga terdapat bermacam tipe, ada pakaian adat yang cuma diterapkan untuk kesibukan sehari-hari, ada pakaian adat yang dikhususkan untuk acara-acara legal dan juga ada pakaian adat yang khusus diterapkan pada ketika adanya acara pernikahan wisatasulawesi.com.

Nama Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Baju adat Sulawesi Selatan ialah provinsi yang lebih kerap kali diketahui dengan baju adat Sulawesi Selatan. Dimana baju adat ini juga memiliki bertanya keunikan dan juga sejarah.

Baca Juga : Daftar Tempat Nongkrong Hits Di Palu

1. Pakaian Bodo

Pakaian Bodo ialah baju adat Sulawesi Selatan autentik dari suku Bugis. Pakaian bodo ialah pakaian tertua yang ada di dunia, dimana masyarakat Sulawesi Selatan telah mengaplikasikan pakaian adat ini semenjak abad ke-9.

Pada ketika permulaan kemunculannya, pakaian bodo ini diciptakan dengan mengaplikasikan bahan kain yang cukup transparan. Pakaian, sesudah adanya agama Islam yang masuk ke tanah Bugis, karenanya pakaian bodo ini dimodifikasi dengan mengaplikasikan bahan material kain yang lebih tebal.

Pakaian bodo ialah pakaian yang khusus diterapkan untuk para wanita dengan desain yang amat unik. Dimana keunikan dari baju adat ini dapat dipandang dari format pakaian yang berupa segi empat dan berlengan pendek.

Keunikan dari pakaian adat ini juga berlokasi pada warna pakaiannya, dimana pakaian adat bodo ini memiliki bermacam warna yang bermanfaat sebagai simbol umur dan juga status dari tiap-tiap pemakainya. Pakaian yaitu pakaian bodo dengan warna hijau yang melambangkan bahwa wanita yang mengaplikasikan pakaian hal yang demikian berasal dari kaum ningrat.

Pakaian bodo dengan warna putih yang melambangkan bahwa pemakai pakaian hal yang demikian berasal dari kalangan dukun dan juga asisten. Warna ungu pada pakaian bodo yang melambangkan bahwa pemakai pakaian adat hal yang demikian yaitu seorang janda.

Warna jingga pada pakaian bodo melambangkan bahwa wanita yang mengaplikasikan pakaian hal yang demikian berusia 10 tahun, dan yang terakhir yaitu warna merah yang menonjolkan bahwa pemakai pakaian ini berusia 17 tahun. Lalu apa sih bahan yang diterapkan untuk membikin pakaian bodo ini?

Jadi, pakaian bodo ialah pakaian yang terbuat dari kain muslin. Kain muslim yaitu kain yang terbuat dari pintalan kapas yang kemudian akan dijahit secara bersama dengan kain katun, dimana untuk membikin pemakai lebih nyaman, karenanya pakaian adat ini akan diciptakan lebih longgar dengan rongga benang yang juga diciptakan dengan cukup renggang.

Metode pakaian adat ini akan dipasangkan dengan pengguna sarung motif kotak-kotak pada komponen bawahnya. Pakaian menerapkan sarung hal yang demikian yaitu dengan digulung mengaplikasikan tangan sebelah kiri.

Pakaian adat bodo ini tentunya juga dilengkapi dengan bermacam ragam aksesoris tambahan, seperti cincin, bando emas, gelang dan juga kepingan logam. Dimana aksesoris hal yang demikian lazimnya memang terbuat dari emas sepuhan atau logam.

2. Pakaian Labbu

Pakaian labbu ialah baju adat Sulawesi Selatan yang juga diterapkan khusus untuk wanita. Apakah kalian tahu, terbukti pakaian adat ini dulunya cuma diterapkan oleh para wanita ningrat yang berada di kerajaan Luwu loh.

Pakaian, sedangkan baju ini dulunya diterapkan oleh para ningrat, kini pakaian adat ini telah dapat diterapkan oleh kaum perempuan dari kalangan manapun. Metode pakaian adat labbu ini akan diterapkan pada ketika menghadiri upacara adat atau ketika menghadiri upacara pernikahan.

Baju adat Sulawesi Selatan pakaian labbu ini memiliki keunikan pada format desainnya. Dimana lengan pakaian hal yang demikian diciptakan dengan cukup ketat, dimana lengan hal yang demikian ialah lengan panjang.

Pakaian labbu ini juga terbuat dari bahan kain sutra tipis dan pada komponen bawahnya lazimnya para wanita akan mengaplikasikan sarung lipa’. Bukan cuma itu, dalam pakaian adat hal yang demikian juga terdapat bermacam motif atau corak bunga yang ada pada komponen dada dan juga lengan.

3. Pakaian Tutu

Pakaian Tutu ialah baju adat Sulawesi Selatan yang diterapkan khusus oleh kaum laki-laki. Baju adat ini berupa jas yang tertutup dan lazimnya pengaplikasian jas hal yang demikian akan dibarengi dengan pengaplikasian pakaian bella dada.

Meski itu, pengguna pakaian tutu ini juga akan di padukan dengan pengaplikasian celana dan juga sarung atau lipa garusuk. Meski untuk hiasan kepala, para kaum pria lazimnya akan mengaplikasikan kopiah recca yang unik dan berbeda dari kopiah-kopiah pada lazimnya, dimana pada kopiah hal yang demikian terdapat motif pinggiran dengan warna emas dan juga sebagai penanda akan status kebangsawanannya.

Jas tutu ini memiliki lengan yang panjang dengan kerah yang dihiasi mengaplikasikan kancing dari emas atau perak. Kerah hal yang demikian nantinya akan dipasangkan pada komponen leher pakaian, sehingga pakaian akan jauh lebih memikat dibandingi sebelum dipasang kerahnya.

Meski kain lipa atau sarungnya akan mengaplikasikan kain polos melainkan dengan warna yang mencolok, seperti warna merah dan juga warna hijau. Pakaian bodo dan juga pakaian tutu suku Bugis hal yang demikian dulunya cuma akan diterapkan dalam bermacam ragam upacara-upacara penting seperti pernikahan.

Pun pada ketika ini, telah banyak modifikasi yang dilaksanakan pada pakaian adat ini, sehingga pakaian adat hal yang demikian telah dapat diterapkan dalam kesibukan apa saja. Pakaian pakaian adat ini juga dapat kita dapatkan pada ketika ada pertandingan menarikan atau penyambutan tetamu kehormatan.

4. Pakaian Pokko

Pakaian pokko ialah baju adat Sulawesi Selatan yang berasal dari suku Toraja, dimana baju adat ini dikhususkan untuk kaum wanita. Pakaian pokko ini memiliki format pakaian dengan lengan pendek dan juga mengaplikasikan warna-warna yang cukup mencolok.

Warna-warna hal yang demikian mencakup, kuning, merah dan juga putih dimana warna itulah yang menjadi ciri khas dari pakaian adat pokko Sulawesi Selatan hal yang demikian. Pakaian pokko ini lazimnya juga akan diterapkan dengan pengaplikasian aksesoris tambahan, seperti perhiasan atau manik-manik.

Dimana manik-manik hal yang demikian akan diletakkan pada komponen dada dan juga terdapat tambahan berupa gelang dan ikat kepala atau ikat pinggang yang disebut dengan kandure. Pakaian Pokko lazimnya cuma diterapkan pada ketika menghadiahkan acara-acara yang bersifat legal.

5. Pakaian Seppa Tallung

Pakaian Seppa Tallung ialah baju adat Sulawesi Selatan yang diterapkan khusus untuk pria dari suku Toraja. Dimana pakaian adat ini memiliki ukuran panjang sampai meraba pada komponen lutut.

Pakaian pakaian adat seppa tallung juga diterapkan secara bersama-sama dengan pengaplikasian bermacam aksesoris mencakup, lipa’, gayang dan masih banyak aksesoris lainnya. Pakaian adat ini kian tenar keberadaannya sebab pakaian hal yang demikian pernah disajikan dalam acara Manhunt International 2011, tepatnya berada di negara Korea Selatan.

Banyak sekali keunikan yang ada pada pakaian adat seppa tallung ini, diantaranya yaitu warna dan juga aksesoris khas dari suku Toraja yang sanggup membikin warga kuat dapat memberikan kesan yang positif.

Dalam acara hal yang demikian pakaian seppa tallung yang diperlihatkan yaitu pakaian yang telah dimodifikasi m dimana banyak aksesoris tambahan yang ada pada pakaian ini, semisal yaitu sayap dan juga tanduk. Sehingga pakaian adat kian lebih menakjubkan.

6. Pakaian Pattuqduq Towaine

Pakaian Pattuqduq Towaine ialah baju adat Sulawesi Selatan yang berasal dari suku Mandar dan kerap kali diterapkan pada ketika menghadiri acara pernikahan atau pada ketika menarikan Pattuqduq. Pada lazimnya jikalau pakaian adat ini terdiri dari 18 potong, melainkan jikalau diterapkan untuk acara pernikahan karenanya pakaian yang diterapkan yaitu 24 potong.

Pakaian adat Pattuqduq ini memiliki bermacam tipe, ialah ada busana Rawang Boko atau pakaian pokok, Lipaq Saqbe Mandar atau sarung bercorak, Lipaq Aqdi Dirattwe atau sarung khas dengan mengaplikasikan rantai dan juga ada Lipaq Aqdi Dirrater Duatdong atau sarung pada pinggir bawah.

Pakaian baju adat ini lazimnya juga dibarengi dengan pengaplikasian bermacam ragam perhiasan, mulai dari perhiasan untuk kepala sampai perhiasan untuk tangan. Pakaian perhiasan hal yang demikian bukanlah tanpa alasan, tetapi perhiasan ini mencerminkan akan salah satu kebiasaan yang ada di suku Mandar.

Pengguna pakaian adat ini lazimnya mayoritas dari kaum perempuan, meski kaum pria lazimnya akan mengaplikasikan jas tutup yang diciptakan dari bahan sutera. Dimana atasannya akan dipadukan dengan pengaplikasian celana panjang dan juga sarung yang akan dililitkan pada komponen pinggang.

Baju adat untuk kaum pria hal yang demikian melambangkan bahwa warga dari suku Mandar seharusnya gesit dalam berprofesi dan juga dalam berperilaku.

7. Baju Pengantin Sulawesi Selatan

Para pengantin yang ada di Sulawesi Selatan lazimnya akan mengaplikasikan pakaian adat yang cocok dengan harapan dari pengantin. Dimana pada lazimnya para pria akan mengaplikasikan pakaian turu atau figur baju yang akan menyesuaikan dengan gaun dari wanitanya.

Meski untuk pengantin wanita lazimnya akan mengaplikasikan pakaian bodo. Dimana warna yang dipilih dalam pakaian adat hal yang demikian juga cocok dengan warna dari pasangannya.

Anak pakaian adat ini khusus diterapkan untuk acara pernikahan, karenanya lazimnya baju yang dipilih ini terbuat dari bahan yang lebih berkwalitas. Dengan tambahan bermacam aksesoris yang lebih elegan supaya tampilan lebih meriah dan juga cocok dengan suasana pernikahan yang dilakukan untuk membagi kebahagiaan dengan para tetamu.

8. Pakaian Pakaian Sulawesi Selatan Umumnya-Umumnya

Baju adat Sulawesi Selatan yang diterapkan oleh si kecil-si kecil juga akan mengaplikasikan pakaian adat bodo. Dimana pakaian bodo yang digunakan si kecil-si kecil hal yang demikian berwarna jingga, meski jikalau telah menginjak dewasa karenanya pakaian adat yang diterapkan yaitu pakaian dengan warna merah darah dan juga jingga.

Metode perempuan akan mewujudkan pakaian bodo dengan warna merah, meski dukun akan mengaplikasikan warna putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279