Keindahan Bukit Bulu Sorongan

wisatasulawesi.com – Bulu Sorongan sebagai rekreasi pendakian yang cukup melawan adrenalin di Kabupaten Pangkep. Ketinggian pucuk sebagai favorite pelancong selalu ramai saat hari tertentu. Sepanjang jalan telusuri pos, Anda akan disajikan beberapa pemandangan eksotik. Tempat ini memiliki nuansa alam dengan angin segar sebagai ciri-ciri uniknya.

Beberapa tamu perlu tenaga yang bugar saat sebelum mendaki dan persiapkan air minum yang banyak. Anda bisa istirahat sesaat di sejumlah pos bila berasa capek. Tiap pos memberikan kekhasan berbentuk panorama seperti padang rumput sampai air terjun.

Sesudah sukses sampai ke atas Bulu-bulu Sorongan, traveller bisa melangsungkan alas atau tenda. Umumnya ada juga yang menyengaja bawa hammock untuk santai. Foto photo sebanyak-banyaknya agar mempunyai masa lalu cantik saat bertandang.

1. Padang Rumput

Saat sebelum naik ke pucuk, pelancong akan melalui padang rumput yang luas. Rumput yang paling fresh berjejer dengan bermacam tanaman lain. Bahkan juga tiap perjalanan membuat mata traveller kagum karena padang rumput yang menghampar. Kebersihan tempat rumput selalu dijaga dan siapa saja jangan menghancurkan tanaman di tempat itu.

2. Spot Hiking

Bulu-bulu Sorongan pas sebagai tempat hiking untuk wisatawan yang menyukai mendaki. Ketinggian pucuk ini tidak membuat pengunjung berasa capek. Disitu memanglah tidak demikian tinggi seperti pucuk lain dengan tawarkan keelokan yang memesona. Anda yang ingin hiking seharusnya tiba mulai pagi karena cahaya matahari belum terlampau terik panas.

Baca Juga : Pesona Pantai Tanjung Bira Bulukumba, Pantai Indah Pasir Putih di Sulawesi

3. Dekat sama Air Terjun

Pada pos ke 9 di teritori pucuk, beberapa tamu bisa menyaksikan air terjun yang demikian fresh. Umumnya beberapa orang yang istirahat sekalian isi stok air saat sebelum naik ke pucuk. Air yang ada disitu cukup bersih karena turun dari gunung langsung. Wisatawan dapat juga berpose sesaat di dekat air terjun saat sebelum kembali meneruskan pendakian ke atas.

Bulu-bulu Sorongan berada di Dusun Parenreng, Pangkep, Sulawesi Selatan. Perjalanan yang dilintasi dari Pangkep diprediksi sekitaran 2 jam bila tidak terjerat macet. Wisatawan harus pastikan bertubuh yang sehat karena perjalanan ke lokasi gunung perlu tenaga extra. Bila bawa kendaraan, tempatkan pada tempat untuk menitipkan saat sebelum naik ke pucuk.

Jalan mencari wilayah Pangkep banyak dilaksanakan karena jalur gampang dijumpai. Anda perlu melalui Jalan Tol Insinyur Sutami dan lempeng sampai Jalan Kutub Palopo Makassar. Lantas berkendaraan sampai Jalan Kutub Maros Pangkep yang mulai dekat. Masuk ke tempat Dusun Parenreng dan memulai mendaki pada jalan kaki melalui beberapa pos disitu.

Saat sebelum sampai ke Sorongan yakinkan menyaksikan jalur pos di pusat info. Pos pertama jadi awalnya pendakian dan Anda langsung bisa ke pos 5 yang mempunyai jalan curam. Sepanjang mendaki Anda akan disajikan padang rumput yang demikian elok. Setelah tiba di pos 9 traveller bisa menyaksikan air terjun dan teruskan perjalanan sampai pos paling akhir.

Teritori gunung belum jual ticket masuk, maknanya semuanya orang yang bertandang tak perlu beli ticket. Ongkos gratis yang diberi pengurus sanggup menarik jumlah pengunjung semakin banyak saat hari liburan. Umumnya orang yang mendaki selalu ramai ajak famili. Tapi saat sebelum tiba Anda dapat verifikasi kembali berkaitan pada harga.

Pada pos pertama pengunjung bisa memercayakan kendaraan saat sebelum naik ke atas pucuk. Harga parkir dihitung setiap hari dimulai dari Rp 5.000 khusus sepeda dan Rp 10.000 untuk mobil. Bila traveller bermalam di atas Bulu-bulu Sorongan karena itu ongkos parkir perlu ditambahkan. Kendaraan akan aman karena tempat untuk menitipkan dekat rumah masyarakat yang selalu ramai.

Tiap pos umumnya ada juga yang jual cemilan enteng dan minuman. Tapi harga sedikit mahal karena pucuk jauh dari permukiman. Ongkos beli kulineran mulai Rp 15.000, Anda dapat bawa perbekalan bila tidak mau boros. Perlengkapan camping yang dikontrakkan tidak ada, hingga bujet yang kemungkinan diperlukan wisatawan sepanjang mendaki cuma hanya itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279