Mengenal Lebih Dekat Budaya Tana Toa, Kajang Bulukumba

Mengenal Lebih Dekat Budaya Tana Toa, Kajang Bulukumba – Suku Kajang adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Kabupaten Bulukumba. Daerah tersebut dinamakan Tana Toa yang berarti tanah yang tertua. Hal itu dikarenakan kepercayan masyarakatnya yang meyakini daerah tersebut sebagai daerah tertua dan pertama kali diciptakan oleh Tuhan di muka bumi ini. Bagi mereka, daerah ini dianggap sebagai tanah warisan leluhur.

Setiap hari, Masyarakat adat kajang menggunakan bahasa konjo sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa konjo termasuk bahasa Makassar yang berkembang dalam satu komunitas masyarakat. Pada umumnya masyarakat Desa Tana toa, tidak pernah merasakan bangku pendidikan secara formal. Maka tak heran, sangat sulit ditemukan masyarakat di kawasan ini yang mampu berbahasa Indonesia.

Meski demikian, suku Kajang mempunyai struktur kelembagaan. Bahkan, semua individu yang mendapat posisi dalam struktur tersebut, melaksanakan amanah secara jujur, tegas dan konsisten. Mereka paham arti tugas dan tanggung jawab. Pemimpin mereka disebut Ammatoa, pelajaran mereka dapatkan dari alam sekitar.

Ketika Ammatoa meninggal, maka pemimpin adat berikutnya akan dipilih setelah tiga tahun lamanya. Para calon Ammatoa dikumpulkan, kemudian seekor ayam dilepaskan. Ketika ayam tersebut hinggap pada salah seorang calon, maka dialah yang menjadi pemimpin adat berikutnya.

Dalam hal perkawinan, masyarakat Tana Toa harus kawin dengan sesama masyarakat kawasan tersebut. Jika tidak, dia harus meninggalkan kawasan adat.

Masyarakat Tana Toa Kajang juga dicirikan dengan pakaiannya yang serba hitam. Menurut mereka, pakaian hitam tersebut memiliki makna kebersahajaan, kesederhanaan, kesamaan atau kesetaraan seluruh masyarakatnya. Selain itu, pakaian hitam juga dimaksudkan agar mereka selalu ingat akan kematian atau dunia akhir.

Makna kesetaraan tidak hanya dapat dilihat dari cara mereka berpakaian, akan tetapi juga dari bentuk bangunan rumah yang ada di kawasan ini. Semua model, ukuran serta warnanya terkesan seragam, beratap rumbia serta berdinding papan. Kecuali rumah Ammatoa yang dindingnya menggunakan bambu. Di sekitar rumah Ammatoa tersebut, semua pemukiman Warga menghadap kearah kiblat.

Di kawasan ini, pengunjung tidak akan menemukan satu rumah pun yang berdinding tembok. apalagi bangunan yang memiliki berbagai model seperti bangunan mewah yang sering kita lihat . didalam rumah, tak satupun barang elektonik. modernitas dianggapnya sebagai pengaruh buruk yang dapat menjauhkan mereka dengan alam dan para leluhur.

Masyarakat Tana Toa percaya bahwa bumi ini adalah warisan nenek moyang yang berkualitas dan seimbang. Oleh karena itu, anak cucunya harus mendapatkan warisan tersebut dengan kualitas yang sama persis.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, masyarakat adat memegang teguh ajaran leluhur yang disebutpasang ri kajang yang berarti pesan di kajang. Ajaran pasang itu, dinilai ampuh dalam melestarikan hutan.
Selaku pemimpin adat, Ammatoa membagi hutan dalam tiga bagian. Yaitu, hutan keramat “hutan karamaka”, hutan perbatasan “hutan batasayya” serta hutan rakyat “hutan laura”.

Baca Juga: Pantai Nambo

Hutan keramat diakui sebagai hutan pusaka dan dijadikan kawasan hutan larangan untuk semua aktifitas, kecuali kegiatan ritual. Hutan ini sangat dilindungi, mereka meyakini kawasan ini sebagai tempat turunnya manusia terdahulu yang juga lenyap di tempat tersebut. Masyarakat juga yakin, hutan ini tempai naik turunnya arwah dari bumi kelangit.

Apabila terjadi pelanggaran terhadap peraturan hutan yang seluas 317,4 hektar ini, maka akan dikenakan denda Rp.1.200.000 di tambah dengan sehelai kain putih serta mengembalikan barang yang telah diambil dari daerah tersebut.

Hutan perbatasan merupakan hutan yang bisa ditebang beberapa jenis kayunya, akan tetapi harus dengan izinAmmatoa dan kayu yang diambil dari kawasan itu hanya untuk membangun fasilitas umum, serta untuk rumah bagi komunitas Ammatoa yang tidak mampu.

Selain demikian, sebelum melakukan penebangan pohon, orang tersebut diwajibkan melakukan penanaman sebagai penggantinya. Ketika sudah tumbuh subur, penebangan baru akan dilakukan dengan menggunakan alat tradisional serta mengangkatnya secara gotong royong keluar dari areal hutan.

Nah, apabila seorang menebang kayu di kawasan ini tanpa izin, maka dikenakan denda 800 ribu rupiah. Dan ketika terjadi kelalaian yang menyebabkan kerusakan hutan, dikenakan denda 400 ribu rupiah. Kedua denda tersebut dilengkapi dengan sehelai kain putih.

Yang terakhir adalah hutan rakyat, meskipun hutan ini dikuasai dan di kelola oleh rakyat. Tapi hukum adat masih tetap berlaku. Denda atas pelanggaran di kawasan ini sama dengan denda hutan perbatasan.

Selain sanksi denda, orang yang melakukan pelanggaran tersebut juga dikenakan hukum adat berupa pengucilan. Yang lebih parahnya lagi, pengucilan tersebut berlaku bagi semua keluarga sampai generasi ketujuh.

Selanjutnya, ada dua bentuk ritual yang dijalankan oleh suku kajang apabila terjadi kasus pencurian, yaitu tunu panroli dan tunu passau.

Tunu panroli yaitu mencari pelaku pencurian dengan cara seluru masyarakat memegang linggis yang membara setelah dibakar. Masyarakat yang tidak bersalah, tidak akan merasakan panasnya linggis tersebut.

Tapi, apabila sang pencuri melarikan diri, maka dilakukanlah tunu Passau yaitu Ammatoa membakar kemenyan sambil membaca mantra yang dikirmkan kepada pelaku agar jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia secara tidak wajar.

Tiap akhir tahun, masyarakat adat suku kajang melakukan ritual andingingi yang berarti mendinginkan. Ini merupakan salah satu bentuk kesyukuran mereka atas kemurahan alam dengan cara mendinginkannya. Waktu tersebut adalah saatnya alam untuk diistirahatkan setelah dikelolah dan dinikmati hasilnya selama satu tahun.

Baca Juga: 5 Air Terjun Favorit Dekat Kota Makassar

Luas Desa Tana Toa, 331,17 hektar dan terbagi menjadi dua yaitu suku Kajang luar dan Kajang dalam. Masyarakat Kajang luar, tersebar dan menetap di tujuh dusun. Sementara masyarakat Kajang dalam tinggal di satu dusun yaitu Benteng. Di dusun Benteng inilah, masyarakat Kajang secara keseluruhan melakukan segala ritual dan aktifitas yang berkaitan dengan adat istiadat.

Meski suku ini terbagi kedalam dua kelompok, akan tetapi tidak ada perbedaan diantara mereka. Semuanya berpegang teguh terhadap ajaran leluhur.

Lokasi

Secara geografis, suku Kajang berada di wilayah Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sekitar 56 kilometer dari pusat kota Bulukumba.

Berkunjung ke Kabupaten Bulukumba, belum lengkap tanpa memasuki kawasan adat Tana Toa yang merupakan salah satu tempat wisata budaya Sulawesi. Mengunjungi peninggalan megalitik milik masyarakat kajang serta mempelajari kearifan dalam melestarikan budaya yang bertahan ratusan bahkan ribuan tahun itu.

Para pengunjung yang datang di daerah ini, harus mengikuti aturan adat yang berlaku. Tidak boleh menggunakan kendaraan modern, anda hanya boleh menunggangi kuda atau berjalan kaki. Pengunjungpun harus mengikuti khas pakaian adat kajang yang berwarna hitam itu.

Daftar Hotel Di Sekitar Kota Pare – Pare

wisatasulawesi.com – Kerap dikatakan sebagai kota kecil yang cantik, Parepare selalu mendatangkan tempat rekreasi yang memikat buat dieksplor. Bila habiskan waktu semakin lama, Anda dapat memakai referensi hotel murah di Pare-Pare yang mempunyai sarana komplet.

Berlibur ke Sulawesi Selatan, Anda harus singgah ke Pare-pare. Seolah paket komplet, kota kecil ini sediakan bermacam tempat wisata dimulai dari rekreasi alam, rekreasi riwayat sampai kulineran yang sedap. Nikmati berlibur sekian hari di kota ini, Anda perlu pilih pemondokan yang akurat.

Ada beberapa hotel terkenal yang dapat Anda tentukan saat ada di kota ini. Berikut referensi hotel murah di Pare-pare dengan sarana dan penawaran terbaik.

1. Delima Sari Hotel

Hotel satu ini ada di lokasi yang paling vital dan mempunyai akses yang gampang untuk menelusuri tiap pojok kota. Ada 37 kamar dengan sarana yang paling memberikan kepuasan. Masing-masing kamar di hotel ini telah diperlengkapi dengan tv, minibar dan AC. Hotel ini sediakan restaurant, warung kopi dan ruangan tatap muka kamar. Beberapa tamu dapat terhubung WiFi dengan gratis, hingga Anda tidak kesusahan sekedar untuk share berita dengan keluarga.

Kamar di hotel ini benar-benar bersih hingga membuat kamu terasa nyaman. Hotel ini sediakan beberapa type kamar dimulai dari standar silver sampai business suite. Bila sedang berlibur dengan keluarga, Anda dapat pilih famili Suite yang muat untuk 4 orang. Harga kamar termurah dibandrol sekitaran Rp 287 ribu, dan Anda telah memperoleh makan pagi pagi. Untuk memperoleh harga tambah murah Anda dapat manfaatkan promosi di saat tertentu.

2. Mario Hotel

Fasilitas ini tidak cuma pas untuk backpacker saja, tetapi untuk berlibur keluarga atau perjalanan usaha. Akses ke arah hotel ini juga gampang karena dilewati kendaraan umum seperti bis. Memang jumlah kamar yang disiapkan tidak banyak yaitu cuma 13 kamar saja. Walau begitu, servis dan sarana yang diberi tidak kalah menarik dengan pemondokan lainnya. Ada opsi kamar standard room dan perkasa room.

Bermalam di hotel ini, Anda dapat nikmati beberapa sarana seperti restaurant dan warung kopi. Hotel ini sediakan akses internet gratis yang dapat dicapai semua kamar. Kamar yang ada telah diperlengkapi dengan TV, AC, kamar mandi dengan shower. Pengurus hotel sediakan peralatan mandi gratis. Harga bermalam di hotel ini mulai Rp 235 ribu. Bila ingin bermalam di hotel ini, Anda harus pesan jauh hari untuk mengantisipasi kekurangan kamar.

3. Hotel 88 Pare-Pare

Kebersihan dan kenyamanan jadi pemikiran penting saat pilih pemondokan. Karena itu Anda perlu cari hotel yang pas, seperti Hotel 88 ParePare. Sediakan 29 kamar dengan beberapa type kamar dimulai dari perkasa twin sampai junior suite. Sarana kamar yang disiapkan mencakup AC, TV, dan mini bar. Dan sarana hotel mencakup ATM, tempat parkir dan business center. Bila sedang lapar, ada restaurant yang sediakan beberapa menu makanan.

Baca Juga : Pantai Nambo, Pantai Pasir Putih Terindah dan Jadi Destinasi Wisata Favorit di Sulawesi Tenggara

Biaya sewa kamar ini berlainan bergantung type kamar yang diputuskan. Walau begitu, Anda bisa menginap dan nikmati sarana di hotel ini dengan keluarkan uang Rp 330 ribu saja. Pada harga itu, Anda telah memperoleh akses WiFi gratis. Menariknya kembali, harga itu juga terhitung makan pagi. Untuk saat makan paginya sendiri, hotel ini layani start pukul 06.30 sampai jam 10.00.

4. Hotel Grand Kartika

Hotel ini tawarkan situasi yang nyaman bersih. Selainnya sediakan sarana internet gratis, pemondokan ini sediakan ruangan tatap muka. Sarana kamarnya lumayan komplet seperti hotel secara umum mencakup AC sebagai penyejuk ruang sert TV untuk selingan saat jemu. Kamar mandi telah diperlengkapi dengan shower, sabun mandi, dan shampoo. Harga bermalam di hotel ini mulai Rp 250 ribu permalam dan telah terhitung makan pagi.

5. Hotel Fortuna

Berada tidak jauh dari pusat perkotaan, hotel ini mempunyai akses yang gampang untuk nikmati beragam pertunjukan dan kegiatan di kota. Lokasinya yang dekat sama lapangan terbang hingga pemondokan ini benar-benar pas bila Anda yang dari luar Sulawesi. Disamping itu, Anda pun dapat semakin gampang berkunjung tempat wisata dari pemondokan ini. WIFi di hotel ini bisa dijangkau di lobby hotel atau tiap kamar. Sarana yang lain seperti kebersihan, morning call dan service pemijatan.

Bila jemu, Anda dapat ke arah taman hotel yang cantik dan sejuk. Ada banyak opsi kamar salah satunya standard fun, deluxe room dan executive room. Harga yang diberi berlainan per kamar hingga Anda dapat pilih sama sesuai keperluan. Harga termurah dibandrol Rp 100 ribu dan telah memperoleh makan pagi gratis. Dan sarana kamar mencakup TV, AC dan kamar mandi dan peralatan mandi.

6. Bukit Kenari Hotel

Bila ingin nikmati hotel dengan sarana yang lebih kekinian, karena itu hotel satu ini jadi opsi yang paling tepat. Ada beberapa sarana untuk jamin kepuasan beberapa tamu dimulai dari dari warung kopi, restaurant, dan kolam renang. Disamping itu, WiFi bisa dijangkau baik di lobby atau kamar hotel. Bermalam di hotel ini membuat Anda nyaman dan kerasan karena kamar hotel telah diperlengkapi dengan TV yang dapat anda saksikan saat sedang jemu.

Ada AC dalam kamar supaya situasi ruang makin sejuk. Ada banyak opsi kamar yang disiapkan dengan luas dan servis yang berlainan, salah satunya standar twin, standar triple, deluxe room dan cottage. Biaya sewa kamar di sini dibandrol mulai Rp 300 ribu saja. Kamar pada harga itu dapat dihuni untuk 2 orang dan Anda telah memperoleh makan pagi hingga tak perlu repot cari makan saat pagi.

7. Lotus Hotel

Berada di pusat perkotaan, hotel satu ini sediakan akses yang gampang ke arah beragam tempat wisata di kota Pare Pare. Beberapa rekreasi yang dapat dicapai seperti Pantai Lumpue dan Monumen Habibie-Ainun. Dengan sarana hotel yang cukup ideal seperti tempat parkir dan akses internet gratis, bermalam di hotel ini pantas untuk diperhitungkan. Disamping itu, tiap kamar telah diperlengkapi dengan AC, dan TV. Harga bermalam di hotel ini benar-benar dapat dijangkau, mulai Rp 200 per malam.

8. Airy Soreang Manungke 121 Parepare

Memperoleh pemondokan yang murah pasti jadi sebuah peruntungan bila sarana yang ada lumayan komplet. Pada harga yang murah, Anda dapat meminimalkan ongkos sepanjang berlibur. Sebetulnya ada beberapa hotel murah yang dapat Anda incar saat di Pare Pare, terhitung dengan hotel satu ini. Tawarkan servis yang tidak jauh berbeda jauh dengan hotel eksklusif, fasilitas satu ini menetapkan biaya kamar pada harga yang berteman, mulai Rp 209 ribu per malam.

9. Grand Star Hotel Parepare

Bermalam di hotel ini, Anda dapat ke arah ke sejumlah tempat wisata di Parepare dengan muda, salah satunya monumen Habibie-Ainun dan Jompie Botanical Garden. Disamping itu, hotel ini memberi servis yang paling memberikan kepuasan hingga membuat kamu nyaman sepanjang bermalam di hotel satu ini. Tiap kamar hotel telah diperlengkapi dengan AC dan TV. Bila ingin melahap makanan, Anda dapat ke arah restaurant yang sediakan beberapa variasi menu.

Ada tempat parkir bila Anda bawa kendaraan individu. Disamping itu, hotel ini sediakan koneksi internet dengan gratis untuk beberapa tamu hotel. Ada ruang rapat sama ukuran besar atau kecil untuk beragam kepentingan usaha. Menariknya kembali, beberapa tamu hotel bisa juga nikmati sarana bersihkan mobil gratis. Dengan beragam sarana itu, harga yang dijajakan rupanya benar-benar dapat dijangkau, dimulai dari Rp 230 ribu per malam.

10. Hotel Bugis

Walau ada dalam gang, tetapi hotel satu ini cukup terkenal karena mempunyai sarana yang cukup komplet dan biaya yang lebih miring. Pemondokan satu ini dekat sama beberapa tempat wisata seperti Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun dan Taman Ganggawa. Sarana hotel mencakup AC, restaurant, parkir dan akses WiFi. Bila tertarik bermalam di hotel ini, Anda perlu keluarkan dana sekitaran Rp 230 ribu per malam.

Populer sebagai kota kelahiran Presiden ke-3 Indonesia, kota kecil dengan panggilan Bandar Madani ini benar-benar pas untuk nikmati berlibur dengan situasi yang lain. Walau bukan teritori tempat rekreasi khusus, berlibur ke kota ini akan memberi masa lalu tertentu. Tidak perlu cemas dengan bujet yang rendah, karena Anda dapat menginap di salah satunya referensi hotel murah di Parepare yang dibahas. Selainnya lokasinya yang vital, sarana yang diberi cukup memberikan kepuasan.


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279