Mengenal Indahnya Kebudayaan Sulawesi Selatan

Indonesia yakni salah satu negara dengan macam suku, kebiasaan dan adat yang semacam itu melimpah. Puluhan malahan ratusan kebiasaan terdapat dalam satu negara Indonesia. dan salah satunya ialah kebiasaan Sulawesi Selatan.

Dimana pada daerah yang masih termasuk dalam golongan kawasan pulau Sulawesi ini Anda dapat menjumlah lebih dari 10 variasi kebudayaan. Apa saja 10 variasi kebudayaan Sulawesi Selatan hal yang demikian? berikut yaitu sebagian diantaranya.

Variasi Variasi Istiadat Sulawesi Selatan

1. Bahasa Daerah
Bahasa yakni salah satu pemersatu bangsa yang juga yakni sarana untuk berkomunikasi antar sesama warga. Nah di Sulawesi Selatan sendiri bahasa Daerah yang diaplikasikan yaitu bahasa Bugis (bahasa Ugi). Dimana bahasa ini yakni bahasa autentik orang Bugis.

Sebagian kata atau aksen yang termasuk dalam bahasa Bugis semisal Pangkep, Bone, Camba, Sidrap, Wajo, Sinjai, Sawitto, Barru, Lawu dan masih banyak lainnya. Meskipun untuk suku Makasar memakai bahasa Daerah Mangasara (Mangasarak) yang menempuh persebaran kawasan di Gowa, Pangkep, Maros, Jeneponto, Takalar, Bantaeng, dan Makasar.

Baca Juga : 16 Suku di Pulau Sulawesi dan Komplit dengan Keunikannya

Untuk bahasa Mangasara sendiri mempunyai sebagian sistem pengucapan atau aksen, seperti aksen Gowa (Gwa, Lakiung). Mars, Pangkep, dan Turatea (Jeneponto). Bahasa Daerah ini malah terwujud dari sebagian sub bahasa, ialah bentong, konjo pengunungan (kajang), selayar, dan konjo pesisir.

Kemudian untuk suku Toraja sendiri memakai bahasa Toraja yang terdiri dari sebagian sub bahasa seperti Toala’, Tae’ serta Torajasa’dan. Bahasa Tae’ dipergunakan di Daerah Masamba sampai ujung selatan Luwu Utaa, meskipun untuk bahasa Torajasa’dan dipergunakan untuk Tana Toraja serta beberapa Daerah Luwu utara.

2. Rumah adat Sulawesi Selatan
Suku Toraja
Tongkonan.
Suku Bugis dan Makassar
Bola dan Balla
Attake
Bola Soba
Suku Kajang

Kecuali bahasa, variasi kebiasaan Sulawesi Selatan lain yang tidak keok terkenalnya yaitu arsitektur khasnya. Dimana arsitektur tradisional Sulawesi Selatan ini diperlihatkan dalam wujud rumah adat. Nama dari rumah adat suku Toraja yaitu Tongkonan yang artinya yaitu balai musyawarah. Berdasarkan kepercayaan suku Toraja, terdapat sebuah kekerabatan erat antara tongkonan, manusia dan bumi.

Oleh karena itu, waktu serta sistem pembangunan rumah adat ini malah seharusnya cocok dengan hukum yang sudah disesuaikan dengan ajaran aluk todolo. Meskipun untuk rumah adat suku Bugis dan Makassar sendiri disebut dengan Bola dan Balla.

Kedua rumah adat ini mempunyai kesamaan dalam segi formatnya, ialah berupa rumah pentas yang mempunyai kolong bawah rumah. Kecuali 3 nama rumah adat hal yang demikian, Sulawesi Selatan juga mempunyai rumah adat lain yang tidak keok uniknya seperti attake, Bola Soba, Suku Kajang dan lain sebagainya.

3. Baju Baju Sulawesi Selatan
Suku Bugis (si kecil laki-laki)
tope
kopiah pute passapu
lopasabbe
pakambang
waju kasa
Suku Bugis (perempuan)
tope
jempang
waju ponco/waju pella pella
lipa’sabbe
waju bella dada
Suku Toraja
pio
pakaian pokko
seppa
sambu
bayu toraya
Baju upacara Suku Toraja
passapu
Bayu toraya
salembang.
Suku Makassar (Laki laki)
salawik
lipa
lipa’sabb
passapu
kopiah guru
Suku Makassar (Wanita)
jempang
salawik
lipa’
pakaian rawang
lipa’sabbe
Baju Sehari hari (laki-laki)
lipa’sabbe
kopiah guru
jase tutu
Baju Sehari hari (wanita)
bodo
lipa’sabbe

Untuk suku bugis, baju tradisional yang dikenakan oleh si kecil laki-laki yaitu tpe, kopiah pute passapu, lopasabbe, pakambang dan waju kasa. Meskipun untuk perempuan antara lain terdiri dari tope, jempang, waju ponco/waju pellaopella, lipa’sabbe, waju bella dada. Lalu untuk suku Toraja memakai pio, pakaian pokko’, seppa’, sambu serta bayu toraya untuk baju sehari-hari. Dan untuk baju upacara memakai passapu’. Bayu toraya, serta salembang.

Kemudian untuk suku Makassar memakai salawik, lipa’, lipa’sabbe, passapu, dan kopiah guru, meskipun wanita menggunakan jempang, salawik, lipa’, pakaian rawang, dan lipa’sabbe. Baju untuk orang laki-laki menggunakan lipa’sabbe, kopiah guru, dan jase tutu, meskipun untuk wanita dewasa menggunakan pakaian bodo dan lipa’sabbe sebagai baju sehari-hari.

Serta kopiah gaduk, kopiah biring, meskipun si kecil wanita mengenakan waju assusun. Untuk pria dewasa laki-laki mengenakan lipa’sabbe, jase tutu, dan kopiah guru, meskipun perempuan menggunakan pakaian rawang, waju kasa, lipa’sabbe untuk baju upacara.

4. Suku di Sulawesi Selatan
Bugis
Makassar
Mandar
Toraja
Duri
Pattinjo
Bone
Maiwa
Endekan
Pattae
Kajang/Konjo

5. Tarian Sulawesi Selatan
Suku Bugis dan Makassar
Pakarena
Pasere Pitupitu
Masselung Tana
Marumatang
Pajoge
Pamanca
Pajaga Andi
Paraga
Mappuka
Ganrang Bulo
Paolle
Maddogi
Kipas
Galaganjur
Salonreng
Paddupa Bossara
Padendang
Pattenung
Suku Toraja
Ma’gellu
Ma’papangngan
Daun Bulan
Burake, Ma’ dandan
Manganda’
Manimbong
Pa’bondesan
Ma’bandong
Memanna
Ma’katia
Ma’paranding

Sebagai salah satu variasi kebudayaan Sulawesi Selatan yang tergabung dalam kesenian tradisional, tarian tradisional mempunyai fungsi dan peranan yang semacam itu penting. Dimana biasanya tiap tarian tradisional mempunyai makna tersendiri yang terkait dengan permulaan mula penciptaan tarian hal yang demikian atau terkait dengan tujuan penciptaan tarian hal yang demikian.

6. Meski Tradisional
Alat musik Suku Toraja
Pa’pelle/ Pabarrung
Pa’bas atau Pa’pompang
Pa’karombi
Pa’geso’geso
Kab Gowa
Jajakkang

Masih dalam golongan kesenian tradisional, kali ini Sulawesi Selatan memperlihatkan sebagian musik tradisional yang mempunyai bunyi unik dan semacam itu khas. Dikala mappadendang, ialah alat musik yang terdiri dari alu dan lesng. Jajakkang ialah alat musik yang terbuat dari kab. Gowa ialah alat musik yang terdiri dari kancing, bulo, bacing, serta orkes Toriolo atau orkes tempo dahulu Makassar.

Meskipun untuk suku Kajang mempunyai msuk terdisional Basing-Basing, dan suku Toraja mempunyai alat musik seperti Passuling, Pa’pelle/ Pabarrung, Pa’bas atau Pa’pompang, Pa’karombi, Pa’geso’geso, Gendang, dan Pa’tulali.

7. Kerajinan rakyat
Perisai berkunjung ke Sulawesi Selatan Anda akan dengan gampang menjumpai bermacam kerajinan rakyat berkwalitas tinggi. Mulai dari tenun sutera yang disebut dengan lipa’ sengkang, perahu penisi, seni ukir toraja, dan lain sebagainya.

Untuk kain tenun suteranya sendiri mempunyai sebagian corak khas seperti cure’rnni, cure’lobang, cure’subbi serta cure’bombang. Kemudian untuk perahu penisinya sendiri dibaut dengan cukup unik, ialah tanpa memakai sketsa atau gambar. Dan lazimnya para pembuat perahu ini cuma mereka yang telah secara turun temurun mewarisi keahlian ini.

Lalu untuk kebudayaan Sulawesi Selatan lainnya ialah seni ukir Toraja, Anda dapat menjumpainya dalam bermacam wujud. Mulai dari ukir kayu pada dekorasi eksterior dan interior sampai bermacam kerajinan wisatasulawesi.com dan properti lain.

8. Upacara Tradisional
Dalam tiap daerah, hampir semuanya mempunyai ritual khusus dalam untuk merayakan atau memperingati suatu hal. Termasuk di Sulawesi Selatan yang antara lain mempunyai sebagian ritual adat seperti Annyampa’ sanro dan a’bayu minnya’ yang dimiliki oleh suku Makassar.

Meskipun untuk suku Bugis sendiri mempunyai upacara adat dengan nama makkatenni sanro, mappanre to mengindeng, dan maccera wettang. Dan Rambu Solo’ , Mapasilaga tedong, Sisemba, da lain-lain yang dimiliki oleh suku Toraja.

9. Senjata Tradisional
Badik
Peda (semacam perang)
Sabel
Tombak
Kecuali.

Pada zaman dulu, tiap Suku senantiasa menjalankan peperangan demi menerima kawasan kekuasan yang luas. Oleh karena itu tiap suku biasanya mempunyai senjata tradisional yang ketika ini termasuk kebudayaan daerah.

Untuk suku Bugis dan Makassar sendiri mempunyai senjata tradisional berupa keris, yang masing-masing mempunyai nama gencong, tappi, sambang dan kaleo. Kecuali itu orang Bugis dan Makasar juga mempunyai senjata tradisional berupa badik, ialah sebilah besi tajam yang mempunyai ujung runcing.

10. Makanan khas
Coto makassar
Sop konro
Pisang epe
Es palubuntung
Ikan bakar
Barongko
Coto kuda
Nyuknyang
Burasa
Kapurung
Dange
Patollo pammarasan

Satu lagi variasi kebudayaan Sulawesi Selatan yang tidak boleh Anda lewatkan, ialah makanan khasnya. Nah sebagian makanan khas yang dapat Anda nikmati dikala berkunjung ke Makassar antara lain yaitu coto makassar, sop konro, pisang epe, dan es palubuntung. Kecuali itu, Anda juga dapat merasakan ikan bakar, barongko, coto kuda, nyuknyang, burasa, kapurung, dange, dan patollo pammarasan. Di Sulawsi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279