Air Terjun Bissappu, Daya Tarik Air Terjun Eksotis Yang Alami di Bantaeng

Air Terjun Bissappu, Daya Tarik Air Terjun Eksotis Yang Alami di Bantaeng – Air Terjun Bissappu yang berada di Propinsi Sulawesi Selatan persisnya di Kabupaten Bantaeng mempunyai panorama ciri khas alam yang demikian mempersejuk. Menyalurkan air dari ketinggian 80 mtr. jadikan air terjun ini terlihat fresh, belum juga ditambahkan oleh tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitarnya sebagai kombinasi yang paling pas untuk membuat panorama alami.

Air Terjun ini mempunyai saat-saat tertentu untuk pancarkan keindahan maksimumnya yakni di saat pagi hari. Halusnya matahari pagi yang pancarkan sinarnya di air yang jatuh sebagai panorama favorite beberapa pengunjungnya. Udara pagi yang berasa fresh dan dipadukan oleh panorama air terjun komplet dengan pohon-pohonan sebagai daya magnetnya.

Panorama alam yang disuguhi oleh Air Terjun Bissappu tidak perlu disangsikan kembali keelokannya. Meskipun mempunyai panorama alam yang mempesona, air terjun ini tidak dipenuhi oleh pengunjung. Hingga pelancong yang bertandang tak perlu cemas kehilangan peristiwa santai tenang di sini. Pelancong yang bertandang akan memperoleh pengalaman santai yang berkualitas.

Daya Tarik yang Dipunyai Air Terjun Bissappu

Air Terjun Bisappu sebuah air terjun yang berada di Sulawesi Selatan, Bantaeng. Air terjun ini selalu dijadikan tujuan wisata favorite untuk pelancong yang akan rasakan ketenangan yang sebenarnya. Pelancong yang bertandang juga tidak cuma dari pelancong lokal saja, tapi juga luar wilayah. Bermacam daya tarik yang dipunyai jadi factor pengunjung luar wilayah untuk liburan di sini.

1. Keelokan Air Terjunnya yang Menarik

Daya tarik khusus dari Air Terjun Bissappu di Bantaeng ialah keelokan air terjunnya yang menarik. Daya tarik alam yang disuguhi oleh air terjun ini tak perlu anda ragukan kembali. Pelancong yang bertandang tidak mendapati sela sedikitpun untuk berasa sedih sesudah melihat keelokan ciptaan Tuhan satu ini. Pantas dikunjungi buat anda yang ada di Sulawesi Selatan.

Air terjun ini ialah air terjun paling tinggi yang ada di Kabupaten Bantaeng, persisnya dengan tinggi 80 mtr.. Air yang dijatuhkan dari ketinggian 80 mtr. itu datang dari air sungai di Kecamatan Sinoa. Berkubik-kubik air dijatuhkan sehari-harinya di air terjun yang berada di Bantaeng ini. Bahkan juga, air terjun ini tak pernah kering pada musim apa saja terhitung di saat musim kemarau. Bagus sekali kan?

2. Panorama Hijau di Sekitar Air Terjun

Daya tarik setelah itu panorama hijau di sekitar air terjun. Lokasinya yang ada di beberapa tebing hijau yang tinggi jadikan panorama hijau benar-benar gampang untuk diketemukan di sini. Dengan panorama hijau alam dari tebing tinggi dan lokasi di sekitar Air Terjun Bissappu yang masihlah jauh dari kata sampah jadikan situasi disekitaran akan berasa sejuk dan asri.

Sebuah opsi yang paling pas untuk pelancong yang menyenangi panorama alam asri dan hijau. Kerjasama dari deru air terjun yang beri kesegaran dan panorama alam hijaunya sebagai kombinasi yang imbang untuk membuat panorama menakjubkan. Pas sekali dijadikan tempat wisata untuk anda dan satu keluarga ingat lokasinya yang hijau dan bersih.

3. Situasi Tenang yang Rekat Berasa

Daya tarik yang lain dari air terjun yang paling tinggi di Kabupaten Bantaeng ini adalah situasi tenang yang demikian rekat berasa. Air terjun ini mempunyai segala hal yang dapat dijadikan daya tarik pelancong untuk mengunjunginya. Dimulai dari panorama alam, sampai lokasinya yang bersih dari sampah. Walau demikian, air terjun yang berada di Bantaeng ini tidak dipenuhi oleh beberapa pelancong.

Ini bisa jadi muncul karena track yang dilewati untuk menuju air terjun termasuk kurang terlatih untuk dilalui beberapa pelancong pemula. Tapi, tempatnya yang tidak penuh pengunjung sebagai daya tarik tertentu oleh air terjun ini. Lokasinya yang termasuk cukuplah sepi jadikan situasi tenang bisa demikian rekat berasa saat pelancong mengunjunginya. Benar-benar pas untuk anda pencinta situasi tenang.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Air Terjun Bissappu sebagai salah satunya tujuan wisata alam sejuk yang asri yang berada di Bantaeng persisnya di Kecamatan Bissappu, Sulawesi Selatan. Lokasi wisata alam ini memiliki jarak sekitaran 22 km bila dihitung dari Kabupaten Bantaeng. Akses menuju tujuan arah telah termasuk mencukupi dengan beberapa jalan yang berwujud tanjakan dan berliku, tetapi kenyamanan jalannya masih tetap bisa anda alami.

Pulau Siladen, Destinasi Wisata Pulau Cantik Berpasir Putih di Manado

Pulau Siladen, Destinasi Wisata Pulau Cantik Berpasir Putih di Manado – Bila Anda lagi berkunjung ke wilayah Sulawesi Utara, tepatnya di kota Manado Anda juga nyatanya tidak boleh untuk melupakan destinasi wisata satu ini. Wisata pulau Siladen ini jadi salah satu wisata yang wajib masuk ke catatan tempat yang harus untuk Anda kunjungi kala terletak di Manado. Untuk mengenali keindahan dari pulau satu ini, Anda juga dapat menyimak ulasannya berikut ini.

Pulau Siladen yang Perlu Untuk Anda Ketahui

Pulau Siladen ini ialah salah satu pulau yang terletak di kecamatan Bunaken. Pulau ini tepatnya berlokasi di sebelah timur laut Pulau Bunaken ataupun berjarak dekat 8 mil dari pusat kota Manado, Sulawesi Utara. Untuk Anda yang mau menggapai lokasi satu ini, hingga Anda juga bisa dengan gampang untuk menempuhnya sepanjang kurang lebih 45 menit dengan memakai kapal motor.

Tidak hanya itu, pulau ini juga tercantum salah satu pulau yang mempunyai luas tanah yang lumayan besar ialah menggapai 31, 25 hektar. Yang membuat pulau ini jadi lebih indah dan sesuai untuk Anda peruntukan destinasi wisata merupakan pulau Siladen ini mempunyai hamparan pasir putih yang sangat cantikdan mengelilingi nyaris segala pulau. Tidak cuma itu saja, di selama bibir pantai dari pulau satu ini juga juga dikelilingi oleh bermacam- macam pepohonan yang akan menaikkan nuansa sejuk kala Anda mendatangi tempat satu ini.

Pulau ini juga juga terletak tidak jauh dari pulau Manado Tua yang juga ialah salah satu pulau terbaik yang dapat untuk Anda peruntukan tempat wisata kala berlibut. Keindahan dari pulau ini juga didukug dengan laut yang mempunyai air yang jernih. Sehingga nantinya Anda dapat memandang banyaknya terumbu karang dan juga bermacam biota laut yang terdiri dari bermacam berbagai wujud dan warna sehingga nantinya akan nampak halaman laut yang sangat cantik.

Baca Juga: Mengintip Keindahan Pulau Samalona, Pulau Eksotis dan Cantik di Makassar

Cara Menuju ke Pulau Siladen

Kala Anda memutuskan mau berkunjung ke pulau Siladen ini, hingga Anda juga bisa mempunyai mode tranportasi laut ialah perahu. Untuk Anda yang mau mendatangi pulau satu ini dengan memakai perahu, hingga ada sebagian waktu yang dapat untuk Anda tempuh. Antara lain merupakan jam 1 siang sampai jam 3 sore, hal ini juga juga bergantung dari pasang surut air laut dan nantinya Anda juga akan dapat untuk kembali ke Manado keesokan harinya.

Hal ini disebabkan perahu ini cuma akan kembali ke Manado pada hari besok pagi ialah dekat jam 7 di pagi hari. Untuk bayaran yang diperlukan kala berangkat ke Pulau Siladen dengan memakai perahu ini, hingga Anda juga nantinya akan merogoh kocek dekat 25 ribu rupiah sampai 50 ribu rupiah masing- masing satu orang.

Tidak hanya dengan memakai perahu transportasi universal, Anda juga juga dapat mendatangi pulau satu ini dengan menggunakna perahu speed boat yang lebih dahulu dapat Anda sewa. Nah, bila Anda memakai peruahu ini untuk berangkat ke pulau Siladen, hingga Anda juga nantinya akan dapat berangkat kapan saja tidak butuh memastikan batas waktu semacam perahu transportasi universal.

Hal ini disebabkan Anda dapat pulang– pergi ke Manado dengan semau hati bila memakai perahu speed boat ini. Untuk harga sewa perahu ini juga lumayan menghabiskan kantong Anda, ialah berkisar antara 350 ribu rupiah sampai 500 ribu rupiah untuk sekali jalur. Ataupun Anda juga dapat menyewa peruhi speed boat ini sepanjang seharian untuk kembali berangkat di jari yang sama ialah seberar 750 ribu rupiah sampai 900 ribu rupiah. Harga ini bergantung perundingan Anda dengan pengemudinya.

Pantai Kuri Indah Maros, Pantai Pasir Putih Cantik Berada di Makassar

Pantai Kuri Indah Maros, Pantai Pasir Putih Cantik Berada di Makassar – Sulawesi Selatan jadi destinasi wisata yang tidak kalah terkenal dengan pulau lain di Indonesia. Walaupun begitu, tetapi sesungguhnya ada banyak yang dapat dijelajah di Sulawesi. Salah satunya merupakan keindahan wisata baharinya yang tidak akan membuat Kamu kecewa telah mendatangi. Dan pantai di Sulawesi Selatan yang banyak direkomendasikan merupakan Pantai Kuri Indah yang terletak di Kabupaten Maros. Sepenuhnya ikuti pembahasan berikut.

Daya Tarik yang Dipunyai di Pantai Kuri Indah

Singgah di Kota Maros rasanya memanglah tidak lengkap jika Kamu tidak mampir ke Pantai Kuri. Begitu Kamu menginjakkan kaki di pantai ini, Kamu telah disambut dengan penduduknya yang begitu ramah. Pantai satu ini mempunyai pasir putih yang lembut lengkap dengan bebatuan yang terletak di bibir pantainya. Sampai saat ini tidak ada yang mengenali, gimana lempengan batu ini penuhi area pantai ini. Sementara itu lokasi pantai satu ini jauh dari pegunungan.

Namun banyak yang meyakini, jika bebatuan tersebut memanglah berasal dari magma gunung berapi di ribuan tahun yang kemudian. Bebatuan ini terus menjadi nampak jelas kala keadaan air lagi surut. Untuk berjalan di atasnya, Kamu wajib berhati hati karena bebataun ini terbilang licin. Mengingat senantiasa terendam oleh air sehingga lumut pula berkembang di atasnya. Tidak jauh dari bibir pantai Kamu pula dapat memandang Bukit Batu, dengan bongkahan batu besar di puncaknya.

Pemandangan sangat memesona merupakan kala waktu telah merambah sore hari. Paling utama kala matahari mulai tenggelam, tentunya akan semakin cantik. Kamu dapat berjalan ke bagian samping, dimana Kamu dapat singgah ke Kampung Nelayan Kuri Caddi. Terdapatnya kampung ini ikut membagikan sisi natural dari wisata Pantai satu ini. Hadirnya dermaga kecil yang digunakan untuk bersandarnya perahu kepunyaan nelayan pula menaikkan nilai plus.

Tidak cuma itu, Kamu pula dapat menciptakan lorong lorong yang instagenic di antara Hutan Mangrove. Udaranya yang sejuk dengan alamnya yang masih terpelihara akan peruntukan liburan Kamu kian berkesan. Penduduk lokal pula melindungi kebersihan dan keindahannya, apalagi terumbu karangnya sekalian. Permukaan ataupun dasar lautnya mempunyai perpaduan yang cocok. Pesonanya sama sama akan membuat siapapapun terpukau dan enggan untuk kembali.

Baca Juga: Mengintip Indahnya Pulau Mahoro Sulawesi Utara

Alamat & Rute Menuju Lokasi Pantai Kuri Indah

Pantai yang indah ini, nyatanya tidak jauh dari pusat kota Makassar ataupun Maros, Sulawesi Selatan. Jika Kamu melaksanakan ekspedisi dari Lapangan terbang Sultan Hasanuddin, Kamu cuma memerlukan waktu dekat 15 menit saja. Untuk rutenya, Kamu dapat lewat Jalur tol Ir. Sutami, dan setelah itu dilanjutkan dengan mengarah Jalan. Poros Pattene. Jalur ini dekat 7 kilometer dari tujuan Kamu ialah pantai Kuri. Ekspedisi Kamu pastinya masih belum berakhir dan terbilang masih panjang.

Mengingat 1 kilometer mengarah Pantai, keadaan jalannya masih lumayan rusak dan pula kecil. Jembatan yang Kamu lewatkan apalagi masih memakai jembatan kayu. Sehabis itu Kamu masih wajib melanjutkan ekspedisi dengan berjalan kaki. Tidak butuh takut, medan yang wajib Kamu lewatkan berbentuk pematang sawah. Tidak hanya itu pula jaraknya tidak sangat jauh, tetapi senantiasa wajib berhati hati. Terlebih jika Kamu tiba di masa penghujan sebab medannya jadi licin.

MENIKMATI INDAHNYA PULAU SARONDE DI GORONTALO

Wisatasulawesi.com – Provinsi Gorontalo memang menyimpan segudang destinasi wisata bahari yang tidak kalah indah dan menakjubkan dibanding daerah lain yang ada di Indonesia. Salah satunya yang bisa Anda kunjungi adalah Pulau Saronde.

Pulau Saronde merupakan pulau kecil yang hanya sekitar luas keliling kurang lebih 1km. Namun meski demikian, pulau ini memiliki kelebihan dengan pasir putihnya yang terhampar mengelilinginya bebatuan karang indah menemani pemandangan pulau yang memesona.

Jika berjalan dari selatan ke utara maka akan menemukan pemandangan yang berbeda. Hamparan pasir putih lembut yang membenamkan kaki Anda hingga batu karang dan air laut yang jernih memanjakan mata.

Pulau Saronde masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Untuk menempuh perjalanan dari pusat Kota Gorontalo hingga ke dermaga Kwandang sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi. Tapi apabila Anda memutuskan untuk menggunakan angkutan umum maka ambillah angkutan umum rute Gorontalo-Kwandang.

Baca Juga : INDAHNYA AIR TERJUN SALUOPA, WISATA SULAWESI TENGAH

Sementara jarak tempuh dari dermaga Kwandang menuju Pulau Saronde, diperlukan sekitar 60 menit dengan menggunakan jasa angkutan penduduk setempat atau disebut katinting.

Keistimewaan Pulau Saronde adalah taman bawah lautnya begitu indah dengan beragam terumbu karang, menjadikan perairan di pulau ini sangat cocok untuk kegiatan berenang dan snorkeling. Maka dari itu tak heran jika sejumlah orang menyebut pulau ini sebagai ‘permata wisata’ yang dimiliki oleh Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, jika berencana liburan/berwisata di Pulau Saronde dalam beberapa hari, tidak usah ragu. Karena di sini tersedia perahu yang bisa disewa dan dipakai memancing di sekitar perairan pulau yang mempesona ini.

Mengenal Lebih Dekat Budaya Tana Toa, Kajang Bulukumba

Mengenal Lebih Dekat Budaya Tana Toa, Kajang Bulukumba – Suku Kajang adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Kabupaten Bulukumba. Daerah tersebut dinamakan Tana Toa yang berarti tanah yang tertua. Hal itu dikarenakan kepercayan masyarakatnya yang meyakini daerah tersebut sebagai daerah tertua dan pertama kali diciptakan oleh Tuhan di muka bumi ini. Bagi mereka, daerah ini dianggap sebagai tanah warisan leluhur.

Setiap hari, Masyarakat adat kajang menggunakan bahasa konjo sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa konjo termasuk bahasa Makassar yang berkembang dalam satu komunitas masyarakat. Pada umumnya masyarakat Desa Tana toa, tidak pernah merasakan bangku pendidikan secara formal. Maka tak heran, sangat sulit ditemukan masyarakat di kawasan ini yang mampu berbahasa Indonesia.

Meski demikian, suku Kajang mempunyai struktur kelembagaan. Bahkan, semua individu yang mendapat posisi dalam struktur tersebut, melaksanakan amanah secara jujur, tegas dan konsisten. Mereka paham arti tugas dan tanggung jawab. Pemimpin mereka disebut Ammatoa, pelajaran mereka dapatkan dari alam sekitar.

Ketika Ammatoa meninggal, maka pemimpin adat berikutnya akan dipilih setelah tiga tahun lamanya. Para calon Ammatoa dikumpulkan, kemudian seekor ayam dilepaskan. Ketika ayam tersebut hinggap pada salah seorang calon, maka dialah yang menjadi pemimpin adat berikutnya.

Dalam hal perkawinan, masyarakat Tana Toa harus kawin dengan sesama masyarakat kawasan tersebut. Jika tidak, dia harus meninggalkan kawasan adat.

Masyarakat Tana Toa Kajang juga dicirikan dengan pakaiannya yang serba hitam. Menurut mereka, pakaian hitam tersebut memiliki makna kebersahajaan, kesederhanaan, kesamaan atau kesetaraan seluruh masyarakatnya. Selain itu, pakaian hitam juga dimaksudkan agar mereka selalu ingat akan kematian atau dunia akhir.

Makna kesetaraan tidak hanya dapat dilihat dari cara mereka berpakaian, akan tetapi juga dari bentuk bangunan rumah yang ada di kawasan ini. Semua model, ukuran serta warnanya terkesan seragam, beratap rumbia serta berdinding papan. Kecuali rumah Ammatoa yang dindingnya menggunakan bambu. Di sekitar rumah Ammatoa tersebut, semua pemukiman Warga menghadap kearah kiblat.

Di kawasan ini, pengunjung tidak akan menemukan satu rumah pun yang berdinding tembok. apalagi bangunan yang memiliki berbagai model seperti bangunan mewah yang sering kita lihat . didalam rumah, tak satupun barang elektonik. modernitas dianggapnya sebagai pengaruh buruk yang dapat menjauhkan mereka dengan alam dan para leluhur.

Masyarakat Tana Toa percaya bahwa bumi ini adalah warisan nenek moyang yang berkualitas dan seimbang. Oleh karena itu, anak cucunya harus mendapatkan warisan tersebut dengan kualitas yang sama persis.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, masyarakat adat memegang teguh ajaran leluhur yang disebutpasang ri kajang yang berarti pesan di kajang. Ajaran pasang itu, dinilai ampuh dalam melestarikan hutan.
Selaku pemimpin adat, Ammatoa membagi hutan dalam tiga bagian. Yaitu, hutan keramat “hutan karamaka”, hutan perbatasan “hutan batasayya” serta hutan rakyat “hutan laura”.

Baca Juga: Pantai Nambo

Hutan keramat diakui sebagai hutan pusaka dan dijadikan kawasan hutan larangan untuk semua aktifitas, kecuali kegiatan ritual. Hutan ini sangat dilindungi, mereka meyakini kawasan ini sebagai tempat turunnya manusia terdahulu yang juga lenyap di tempat tersebut. Masyarakat juga yakin, hutan ini tempai naik turunnya arwah dari bumi kelangit.

Apabila terjadi pelanggaran terhadap peraturan hutan yang seluas 317,4 hektar ini, maka akan dikenakan denda Rp.1.200.000 di tambah dengan sehelai kain putih serta mengembalikan barang yang telah diambil dari daerah tersebut.

Hutan perbatasan merupakan hutan yang bisa ditebang beberapa jenis kayunya, akan tetapi harus dengan izinAmmatoa dan kayu yang diambil dari kawasan itu hanya untuk membangun fasilitas umum, serta untuk rumah bagi komunitas Ammatoa yang tidak mampu.

Selain demikian, sebelum melakukan penebangan pohon, orang tersebut diwajibkan melakukan penanaman sebagai penggantinya. Ketika sudah tumbuh subur, penebangan baru akan dilakukan dengan menggunakan alat tradisional serta mengangkatnya secara gotong royong keluar dari areal hutan.

Nah, apabila seorang menebang kayu di kawasan ini tanpa izin, maka dikenakan denda 800 ribu rupiah. Dan ketika terjadi kelalaian yang menyebabkan kerusakan hutan, dikenakan denda 400 ribu rupiah. Kedua denda tersebut dilengkapi dengan sehelai kain putih.

Yang terakhir adalah hutan rakyat, meskipun hutan ini dikuasai dan di kelola oleh rakyat. Tapi hukum adat masih tetap berlaku. Denda atas pelanggaran di kawasan ini sama dengan denda hutan perbatasan.

Selain sanksi denda, orang yang melakukan pelanggaran tersebut juga dikenakan hukum adat berupa pengucilan. Yang lebih parahnya lagi, pengucilan tersebut berlaku bagi semua keluarga sampai generasi ketujuh.

Selanjutnya, ada dua bentuk ritual yang dijalankan oleh suku kajang apabila terjadi kasus pencurian, yaitu tunu panroli dan tunu passau.

Tunu panroli yaitu mencari pelaku pencurian dengan cara seluru masyarakat memegang linggis yang membara setelah dibakar. Masyarakat yang tidak bersalah, tidak akan merasakan panasnya linggis tersebut.

Tapi, apabila sang pencuri melarikan diri, maka dilakukanlah tunu Passau yaitu Ammatoa membakar kemenyan sambil membaca mantra yang dikirmkan kepada pelaku agar jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia secara tidak wajar.

Tiap akhir tahun, masyarakat adat suku kajang melakukan ritual andingingi yang berarti mendinginkan. Ini merupakan salah satu bentuk kesyukuran mereka atas kemurahan alam dengan cara mendinginkannya. Waktu tersebut adalah saatnya alam untuk diistirahatkan setelah dikelolah dan dinikmati hasilnya selama satu tahun.

Baca Juga: 5 Air Terjun Favorit Dekat Kota Makassar

Luas Desa Tana Toa, 331,17 hektar dan terbagi menjadi dua yaitu suku Kajang luar dan Kajang dalam. Masyarakat Kajang luar, tersebar dan menetap di tujuh dusun. Sementara masyarakat Kajang dalam tinggal di satu dusun yaitu Benteng. Di dusun Benteng inilah, masyarakat Kajang secara keseluruhan melakukan segala ritual dan aktifitas yang berkaitan dengan adat istiadat.

Meski suku ini terbagi kedalam dua kelompok, akan tetapi tidak ada perbedaan diantara mereka. Semuanya berpegang teguh terhadap ajaran leluhur.

Lokasi

Secara geografis, suku Kajang berada di wilayah Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sekitar 56 kilometer dari pusat kota Bulukumba.

Berkunjung ke Kabupaten Bulukumba, belum lengkap tanpa memasuki kawasan adat Tana Toa yang merupakan salah satu tempat wisata budaya Sulawesi. Mengunjungi peninggalan megalitik milik masyarakat kajang serta mempelajari kearifan dalam melestarikan budaya yang bertahan ratusan bahkan ribuan tahun itu.

Para pengunjung yang datang di daerah ini, harus mengikuti aturan adat yang berlaku. Tidak boleh menggunakan kendaraan modern, anda hanya boleh menunggangi kuda atau berjalan kaki. Pengunjungpun harus mengikuti khas pakaian adat kajang yang berwarna hitam itu.

Indahnya Sunset Di Pantai Losari Makassar

Pantai Losari merupakan ikon Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Keindahan pantai yang digabungkan dengan wisata kuliner khas Makassar menjadi menu utama di tempat ini.

Letaknya yang strategis dan mudah untuk diakses serta beberapa keistimewaan pantai losari, membuat banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai wisatasulawesi.com ini.

Disini, pengunjung dapat menikmati indahnya matahari terbit (sunrise) dan terbenam (sunset). Namun, selama menanti pemandangan indah, pengunjung dapat memanjakan lidah dengan merasakan berbagai masakan laut yang masih segar yang berada tak jauh dari areal pantai. Selain masakan laut, para wisatawan juga dapat menikmati makanan khas kota Makassar, seperti pallu butung, pisang epek, coto Makassar dengan harga yang sangat terjangkau.

Selain demikian, pengunjung juga dapat menggunakan fasilitas internet yang disediakan di kawasan pantai losari ini.

Malam minggu merupakan malam yang paling banyak diminati pengunjung. Dengan menaiki perahu bebek yang dihiasi aneka lampu semakin menambah kesan meriah dan keromantisan di pantai Losari.

Nah, masalah harga tiket untuk memasuki kawasan pantai ini. anda tidak perlu khawatir, soalnya pantai losari merupakan tempat wisata cuma-cuma alias gratis untuk semua pengunjung.

Obyek wisata pantai Losari terletak di sebelah barat kota Makassar, tepatnya di jalan penghibur. Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit apabila berangkat dari pelabuhan Soekarno Hatta. Namun, apabila anda berangkat dari bandara Hasannuddin, maka perjalanan dapat anda tempuh sekitar 45 menit lamanya.

Daerah Rekreasi Sulawesi Selatan untuk Habiskan Sisa Libur

Sulawesi selatan bisa menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga. Pulau sulawesi ini memiliki banyak daerah liburan yang menarik untuk dikunjungi. Jangan bingung memilih tempat wisata di sulawesi karena disini kalian akan mendapatkan hiburan yang sangat menyenangkan. Khususnya untuk mengisi hari tamasya bersama dengan keluarga maupun teman.

Aneka Wisata Alam di Sulawesi Selatan

Aneka hiburan wisata alam di Sulawesi selatan dapat anda jadikan opsi untuk menghabiskan waktu liburan kalian. Mulai dari Liburan alam, pantai, gunung, liburan religi sampai adat istiadat dan sejarah. Daerah-daerah liburan ini dijamin akan membikin moment tamasya menjadi lebih berkesan dan menyenangkan untuk dikunjungi bersama teman maupun keluarga.

Tempat Liburan Terbaik di Sulawesi Selatan

Jikalau anda berencana mengunjungi daerah-daerah liburan yang ada sulawesi selatan ini, ada 7 Daerah Liburan di Sulawesi Selatan Yang Paling Populer Untuk Mengisi Masa Tamasya. berikut sebagian daerah destinasi liburan yang dianjurkan oleh detikSulsel:

1. Pantai Losari Makassar

Pantai Losari tak asing lagi sebagai salah satu daerah rekreasi yang populer di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Makassar. Berbeda dari liburan pantai pada biasanya, pengunjung tak dapat merasakan permandian di tepian pantai.

Tapi, Pantai Losari menawarkan panorama salah satu sunset terindah di Indonesia. Kecuali itu, pengunjung juga dapat bertamasya masakan salah satu makanan khas Makassar yaitu Pisang Epe. Ada pula sebagian titik foto yang dapat menjadi target jepretan kamera para pengunjung wisatasulawesi.com.

2. Wilayah Liburan Tanjung Bira Bulukumba

Tanjung Bira ialah salah satu daerah rekreasi populer di Sulawesi Selatan. Wilayah liburan Tanjung Bira berlokasi di Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga : Tempat Wisata Di Kota Tomohon

Daerah rekreasi ini berjarak sekitar 200 kilometer dari Kota Makassar. Dengan waktu tempuh di kisaran durasi 5-6 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Pengunjung wilayah liburan Tanjung Bira bisa merasakan estetika pelbagai tipe pantai. Terdapat enam lokasi pantai yang dapat diciptakan tujuan rekreasi di wilayah liburan Tanjung Bira. Antara lain pantai Tanjung Bira, Pantai Bara, Pantai Kaluku, Pantai Kasuso, Pantai Mandala Ria, dan Pantai Marumasa.

Masing-masing pantai mempunyai keindahannya tersendiri. Dari estetika pasir putih, gradasi warna dari panorama air laut, sampai rentangan batu karang.

Kecuali daerah liburan pantai, pengunjung juga dapat menjalankan liburan adat istiadat dengan mengamati produksi kapal Pinisi di Desa Tana Beru. Dikenal bahwa Bulukumba memang diketahui dengan julukan Bumi Panrita Lopi. Sebutan yang disematkan mengacu pada kawasan yang menjadi sentra pembuatan kapal pinisi di Sulsel.

3. Taman Nasional Bantimurung Maros

Taman Nasional Bantimurung ialah wilayah konservasi yang menjadi daerah rekreasi populer di Sulawesi Selatan. Berjenis-jenis item pariwisata yang ditawarkan dalam liburan alam bebas ini.

Lokasi daerah liburan ini berlokasi di kelurahan Kalabbirang, kecamatan Bantimurung, kabupaten Maros. Wilayah liburan Bantimurung ialah daerah rekreasi di Sulawesi Selatan yang layak dikunjungi bersama keluarga dikala tamasya tiba.

Daerah ini mempunyai berjenis-jenis atraksi liburan menarik, seperti air terjun yang mengalir deras, aliran sungai dengan tepian berbatu diapit tebing curam, danau, serta hawa teduh yang menenangkan.

Kecuali liburan alam air terjun, pada wilayah ini juga terdapat Daerah Pra Sejarah (TPS) Leang-Leang. Pengunjung bisa menjalankan liburan sejarah adat istiadat peradaban manusia purba. Menyusuri tapak kehidupan manusia zaman prasejarah. Terdapat lukisan telapak tangan manusia dan babi rusa yang terpampang di dinding-dinding gua serta berjenis-jenis artefak di tempat ini.

Wilayah prasejarah ini juga menawarkan panorama indah. Gugusan tebing batu dengan wujud khas melambung, menyusun pemandangan khas dinding karst. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari Taman Liburan Bantimurung.

4. Wilayah Liburan Malino Gowa

Wilayah Liburan Malino ialah salah satu daerah rekreasi di Sulawesi Selatan yang berada di dataran tinggi. Tepatnya di Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, atau berjarak sekitar 90 km dari Kota Makassar.

Ada sebagian objek liburan alam yang ditawarkan di wilayah liburan Malino. Salah satunya Malino Highland. Daerah liburan ini mempunyai topologi yang menyerupai tempat Puncak di Bogor. Hamparan kebun teh Malino Highland dan udara yang teduh menjadi tenaga tarik dari daerah ini.

Kecuali Malino Highland, ada pula wilayah liburan Hutan Pinus. Tersaji hamparan pohon pinus yang cukup luas dengan perbukitan yang menawan untuk diperhatikan.

Hutan Pinus Malino berlokasi di ketinggian kurang lebih 1.500 meter di atas permukaan laut. Obyek liburan alam ini memberi tahu kesejukan pandangan mata sebab berada di jajaran perbukitan dan jurang.

Liburan alam lain yang ditawarkan di wilayah Malino ialah Air Terjun Takapala. Tinggi air terjun ini menempuh kurang lebih 109 meter dengan debit air yang cukup deras mengalir bila musim hujan datang. Untuk itu, jangan lupa untuk memandang prakiraan cuaca dikala akan berkunjung. Menariknya, pengunjung bisa mengamati pelangi dari biasan air terjun ini.

5. Liburan Religi di Buntu Burake Tana Toraja

Buntu Burake, Tana Toraja, Sulsel mempunyai obyek liburan religi yang megah. Di lokasi ini terdapat Patung Yesus Buntu Burake, patung Yesus tertinggi di dunia! Foto: Kemenparekraf
Buntu Burake ialah kawasan perbukitan batu gamping (kars) pada ketinggian 900 – 1.129,9 mdpl yang berlokasi di Kelurahan Buntu Burake, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Pada puncak ketinggian terdapat patung Yesus Kristus memberkati.

Jalan menuju Patung Yesus ini relatif gampang dijangkau, berjarak sekitar 4 km dari sentra Kota Makalle. Walau Patung Yesus Memberkati berdiri sebagai simbol bagi agama Nasrani, tidak jarang daerah ini dikunjungi oleh banyak orang dari latar belakang agama yang berbeda.

Estetika panorama di atas ketinggian membikin daerah ini menjadi salah satu daerah rekreasi yang populer di Sulawesi Selatan. Tak cuma panorama yang menawan, keseruan dikala menjelajahi pekarangan patung Yesus Kristus di ketinggian menjadi tenaga tarik tersendiri. Kecuali itu, ada pula jembatan kaca yang berada di sekitar wilayah patung hal yang demikian yang rugi untuk dilewatkan.

6. Taman Nasional Takabonerate Selayar

Pulau Lantigiang di wilayah Taman Nasional Takabonerate, Selayar (dok. Humas Pemprov Sulsel). Foto: Pulau Lantigiang di wilayah Taman Nasional Takabonerate, Selayar.
Seandainya berharap mengisi tamasya dengan menjalankan liburan laut, karenanya berkunjung ke Taman Nasional Taka Bonerate menjadi opsi ideal. Salah satu daerah rekreasi di Sulawesi Selatan ini berlokasi di Kepulauan Selayar.

Gugusan pulau karang berbentuk cincin atau atoll ini ialah yang terbesar ketiga di dunia dengan luas terumbu karang menempuh 220.000 hektar. Sedikitnya ada 16 spot penyelaman unggulan di Taman Nasional Takabonerate bagi pelancong.

Bagi pengunjung yang tak dapat berenang atau menyelam, ada pelbagai liburan bahari lainnya yang dapat dirasakan. Antara lain merasakan sunrise dan sunset, bermain sampan (canoeing), amati burung (bird watching), pun jikalau mujur bisa menonton lumba-lumba. Kecuali itu tentunya juga dapat memancing, voli pantai, outbound, sampai liburan masakan.

7. Liburan Sulawesi Selatan Pulau Samalona Makassar

Pulau Samalona ialah pulau kecil yang menawan di dekat Makassar. Pulau ini tak terlalu luas, cuma 2,34 hektar. Tapi pulau ini mempunyai gugusan terumbu karang yang menawan di sekitar pulau. Untuk merasakan menawannya panorama kehidupan bawah lautnya, pengunjung bisa menyelam atau menjalankan snorkeling.

Pulau Samalona menjadi opsi daerah rekreasi di Sulawesi Selatan yang bisa dikunjungi bersama keluarga. Kecuali merasakan estetika panorama tepi pantai, Pulau ini juga menyediakan pelbagai masakan makanan laut yang bisa dirasakan bersama keluarga. Terdapat fasilitas berupa gazebo yang dapat ditempati bersama keluarga merasakan menawannya Pulau Samalona.

Tak cuma itu, Pulau Samalona juga menawarkan estetika alam bawah laut yang juga menaruh sejarah. Di kedalaman 30 meter, pelancong bisa mengamati peninggalan kapal bersejarah dari masa Perang Dunia II.


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/wisatasulawesi/public_html/wp-includes/functions.php on line 5279